PALEMBANG,HS – Memasuki musim kemarau saat ini, titik api atau Hotspot mulai terpantau meningkat. Bahkan, berdasarkan pantauan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Rabu, (27/7/2017), ada 6 Hotspot berada di Sumsel.

Ke enam titik tersebut yakni satu hotspot di Musi Rawas, dan di OKU Timur, dua hotspot Muara Enim serta dua hotspot di PALI.

Jumlah titik api ini meningkat dibandingkan Selasa, 25 Juli 2017 dimana terpantau hanya satu titik api di Kabupaten PALI Sumsel.

Pelaksana tugas (Plt) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Iriansyah mengakui memang saat ini kondisi titik api di Sumsel mulai meningkat dibandingkan kemarin, Selasa, 25 Juli 2017. Namun, untuk status darurat siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sudah diumumkan sejak Februari yang lalu mengingat untuk mencegah dan penanggulangan lebih cepat karena Sumsel menjadi tuan rumah Asian Games 2018 mendatang.

Berdasarkan data yang ada di BPBD Sumsel luas kebakaran Tahun 2016 mencapai 978,36 Hektar.Rinciannya, Banyuasin 82,95 Hektar, Lahat 6 Hektar, Muara Enim 7 Hektar, Musi Banyuasin 419,85 Hektar, Musi Rawas 156,5 Hektar, Musi Rawas Utara 47 Hektar, Ogan Ilir 43,65 Hektar, Ogan Komering Ilir 213,31 Hektar, dan Penukal Abab Lematang Ilir 2,1 Hektar.

“Untuk mencegah terjadinya karhutla 2017 ini, kami sudah persiapkan sejak lama,” katanya

Menurut Iriansyah, saat ini petugas siaga karhutla yang dipimpin oleh Danrem sebagai Dansatgas terus memantau baik melalui udara, dan darat dari pagi sampai malam. Untuk titik api yang sering terpantau yakni tersebar di Ogan Ilir, OKI, Muara Enim, Pali dan beberapa daerah lainnya.

“Tapi akhir-akhir ini didominasi di daerah Ogan Ilir,” jelasnya.

Tidak tahu pasti penyebab terpantaunya titik api ini karena banyak faktor, seperti dibakar oleh oknum, serta kondisi panas di Sumsel. Untuk pencegahan pihaknya juga melakukan waterboombing dan lain sebagainya.

“Status siaga darurat Kahutla ini baru akan berakhir ketika musim hujan minimal bulan Oktober mendatang,” ujarnya.

Untuk personel yang disiagakan dalam pencegahan karhutla ini sebanyak 1350 personel yang terdiri dari gabungan TNI, Polri, Kehutanan, Tagana, Manggala Agni, Pramuka, SAR, Perkebunan, Perusahaan Perkebunan, Perusahaan HTI, BPBD Kabupaten/Kota di Sumsel, serta stakholder lainnya.

“Kami berharap tahun inj karhutla di Sumsel dapat diminimalisir dibandingkan tahun 2016,” harapnya. (MDN)