PALEMBANG,HS – Sudah selayaknya publik memeroleh pemberitaan yang berimbang, faktual, dan bisa dipertangungjawabkan. Banyak surat kabar beredar ke tangan pembaca yang coba mengkebiri hak publik, namun tak sedikit pula menyuguhkan berita-berita ‘berat sebelah’.  Adalah Nursyamsu Nursyamsu M.A.H.Iding yang kini dipercaya menjadi Pemimpin Redaksi Surat Kabar HALUAN SUMATERA berupaya membawa surat kabar ini menjadi corongnya masyarakat luas.

“Jujur, kita berkeinginan kuat agar Surat Kabar HALUAN SUMATERA yang berslogan Independen, Tajam, dan Terpercaya ini mendapat tempat di hati masyarakat luas. Plus kita juga berkomitmen HS sejajar dengan industri koran-koran yang ada di Palembang khususnya dan Sumatera Selatan pada umumnya,” Nursyamsu M.A.H Iding memaparkan di kantor redaksi HALUAN SUMATERA di Jalan Letnan Hadin, Kecamatan Ilir Timur 1, Kota Palembang, Senin 4 September 2017.

Sambung Nursyamsu, kedepannya Surat Kabar HALUAN SUMATERA memiliki perwajahan,  ciri khas, serta mempunyai warna yang berbeda dengan media-media lainnya. Agar tidak latah, HS pun wajib menjunjung tinggi nilai-nilai independen dalam menyajikan pemberitaan.

“Tak berlebihan saya kira, Surat Kabar HALUAN SUMATERA masih diperlukan oleh publik. Walaupun nyatanya, orang-orang saat ini hidup di era digital. Coba perhatikan, pendengar radio sampai hari ini masih cukup banyak. Itu, tandanya sekelas radio saja tetap diperlukan, apalagi koran cetak,” demikian Nursyamsu menganalisa.

Nursyamsu yang juga Ketua Departemen Intelejen dan Investigasi BPPKPNKRI Indonesia ini menyebutkan, ada beberapa hal yang menjadi tantangan HALUAN SUMATERA. Antara lain, percepatan sumber daya manusia profesional di internal dan itu yang penting untuk dibicarakan. Dengan memerkuat batang tubuh di internal, otomotis akan menguatkan capaian goal ke luar.

“Makanya, pembenahan-pembenahan internal sangat kita butuhkan. Sebab, tak mungkin kita berkerja di koran mengandalkan satu orang. Ini adalah profesi yang seharusnya menempatkan tenaga-tenaga profesional. Jika tidak,,,? Saya kuatir, akan terjadi yang namanya stagnan usaha,” tuturnya.

Bahkan, Nursyamsu menilai publik sudah pintar dalam memilih mana media massa yang menampilkan pemberitaan sesuai fakta dan koran-koran yang hanya mengandung kepentingan sesaat.

“Nah, lagi-lagi masalah pendanaan juga menjadi persoalaan di industri media cetak. Berapa banyak uang yang harus dikucurkan untuk cetak 1000 eksemplar? Belum lagi seberapa banyak ongkos produksi yang dialokasikan agar koran bisa eksis. Ya, itu artinya apa…? Soal bisnis, iklan, distribusi, dan pemasaran sangatlah memengaruhi keberlangsungan sebuah industri koran,” dijelaskan suami dari Rosmala Dewi ini.

Tak sampai di situ. Nursyamsu optimistis Surat Kabar HALUAN SUMATERA bersiap menjadi salah satu media cetak yang berasal dari rakyat untuk rakyat di Kota Palembang khususnya dan Sumatera Selatan umumnya.

“Tentunya kita tetap menjaga kaidah-kaidah jurnalisme sesuai yang tertuang di Undang-undang Pokok Pers,” urai Ketua DPP Lembaga Swadaya Masyarakat (NGO) Brantass Sumsel ini.

Kelak, ungkap Nursyamsu, HALUAN SUMATERA terlahir bukan sekadar koran yang beredar ke tangan pembaca, namun koran ini dapat memberikan pencerahan bagi masyarakat banyak.

            “Bismillah, yang terpenting adalah kita selalu menjaga komitmen, konsisten, dan konsekwen,” tutup pria kelahiran Palembang 26 Oktober 1962 itu.

 

Perjuangkan Hak Publik

 

Sejak usia 17 tahun, Nursyamsu sudah berkecimpung di dunia organisasi. Mulai dari simpatisan, anggota organisasi masyarakat, hingga menjabat berbagai jabatan strategis pernah ia lakoni. Saat ini Nur juga dipercaya Ketua Aliansi Forum Bersama Lembaga Swadaya Masyarakat se-Sumsel dan Ketua Aliansi Masyarakat Pelaku Ekonomi Kerakyatan (AMPERA) BARI Kota Palembang.

“Memang selama ini saya lebih banyak menghabiskan waktu di organisasi. Namun cita-cita saya sedari kecil adalah jadi seorang tenaga ahli di bidang teknologi,” kenang Nursyamsu.

Nama Nursyamsu rupanya bukan hanya familiar di organisasi masyarakat, namun dirinya tercatat sebagai Pendiri dan Ketua Dewan Pengawas Koperasi AMPERA Karya Abadi. Di samping itu, Nursyamsu kini juga menjabat sebagai Wakil Ketua Pengurus Daerah IWABA (Wodball) Sumsel, Pendiri Lembaga Bantuan Hukum Musi. Ia pun kini dipercaya selaku Manajer Area Sumsel PT Arnold Sigab Wibawa.

“Kenapa saya pilih organisasi di Pemuda Pancasila…? Jawabannya, sederhana saja. Satu karena Papa saya adalah seorang pejuang 1945. Kedua, di organisasi Pemuda Pancasila mempunyai kader-kader militan yang muaranya mengarah kerakyatan,” ucap Nursyamsu.

Lugas Nursyamsu menyampaikan, bahwa organisasi Pemuda Pancasila yang didirikan 28 Oktober 1959 sampai sekarang ternyata masih tetap menjadi perisai dalam memertahankan Pancasila sebagai salah satu ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Jujur, dalam menjalankan roda organisasi ini saya lebih banyak belajar dari sang Papa (M Alinum-red),” singkatnya.

Apa motto hidup seorang Nursyamsu? Cukup menjadi orang yang bermanfaat sekaligus memperjuangkan hak-hak masyarakat dari berbagai lapisan.

“Semoga dengan hadirnya saya di HALUAN SUMATERA bisa memperjuangkan persoalan hak-hak publik yang selama ini semakin tak menentu,” ia menyampaikan. (*)