PALEMBANG,HS – Palembang yang dahulu dikenal sebagai salah satu kota yang banyak sungai nya. Baru hujan dengan durasi dua jam dan intensitas hujan cukup lebat Bumi Sriwijaya dikepung air alias banjir.
Dari pantauan dilapangan Beberapa wilayah yang berada di tengah kota terendam banjir. Seperti di daerah KM 3,5, Rumah Sakit Umum, Jalan Rivai, Veteran, Sekip Pangkal, Jalan Demang dan Jalan Angkatan 45 yang terendam banjir hingga betis orang dewasa.
Tak terelakkan pula banjir itu mengakibatkan kemacetan yang cukup panjang. Banyak kendaraan yang berhenti ataupun sengaja mendorong kendaraan agar tidak rusak.
Toriq salah seorang pengendara motor yang ingin pulang mengatakan. Sengaja tidak melanjutkan perjalanan pulang nantinya akan mogok dan motor rusak, terlebih lagi ia juga binggung kenapa sekarang Palembang menjadi mudah banjir.
“Kalau hujan sedikit banjir, binggung saya kenapa jadi mudah banjir. Dan kalau sudah banjir pasti macet dimana-mana,” katanya
Ia juga mengatakan, Motor yang dikendarai nya mogok di daerah Rivai dan terpaksa haru mendorong, ia pun sangat kesal dengan banjir yang terus melanda kota Palembang.
“Kalau seperti ini bisa-bisa jadi seperti Jakarta, kita juga harus jaga lingkungan,” jelasnya
Informasi yang berhasil dihimpun, beberapa penyebab banjir yang terjadi di kota Palembang, seperti curah hujan dengan intensitas yang cukup tinggi ditambah hujan tersebut berlangsung lama, dan juga berkurangnya daerah yang selama ini menjadi tempat penampungan air.
Dan saluran air yang tersumbat dikarenakan banyaknya sampah yang menutupi jalanya air yang menyebabkan air tersebut tidak bisa mengalir dengan semestinya.
Saat ini juga Palembang masih kurang kolam retensi, padahal beberapa daerah memiliki potensi daerah yang bisa dibangun kolam retensi. Memang saat ini kapasitas kolam retensi masih kurang untuk keperluan nya kita masih banyak butuh kolam retensi untuk menampung sementara debit air yang besar pasca hujan.