PALEMBANG – Sejak satu tahun berdirinya komunitas Gojek Grap Jakabaring (GGJ), yang beranggotakan 150 orang. Banyak program-Program bermanfaat  dilakukan untuk membentuk dan membina komunitas-komunitas ojol di kota Palembang.
Kegiatan-kegiatan sebelumnya yang dilakukan yakni, seperti bantuan korban kebakaran di wilayah kertapati dan Panti asuhan. Intinya komunitas ini terbangun untuk membangun silaturahmi secara driver online khususnya Gojek Grap.
Diharapkan, hadirnya GGJ di kota Palembang akan ada kekompakan, kebersamaan dan terjalin silaturahmi, juga dapat saling jaga, memonitor dan mengawasi dalam setiap pekerjaan sehari-hari. 
“Maklum, risiko tertinggi pekerjaan ada pada pengemudi ojol. Diharapkan dengan adanya komunitas tersebut dapat saling berkomunikasi, apabila ada kendala di lapangan,” kata Ketua Dewan Pembina Gojek Grab Jakabaring, Charma Afrianto saat dibincangi awak media, Sabtu (23/2/2019).
Charma menuturkan, momentum satu tahun ini, agar mengharapkan kepada pemerintah, seluruh stakeholder dan pihak perusahaan akan memperhatikan kesejahteraan daripada mereka. Karena mereka berjuang untuk ikut serta mengurangi pengangguran di kota Palembang sekaligus mengentaskan kemiskinan.
“Kita ini belum ada payung hukum sama sekali. Jadi untuk itulah agar  didorong, mudah-mudahan komunitas-komunitas yang berdiri di kota Palembang bisa kompak  mendorong Peraturan Gubernur (Pergub) dan Perwali guna untuk melindungi dari kerja sehari-hari pengemudi ojol,” terangnya
Sementara itu Ketua KNPI kota Palembang Handri Pratama Putra menjelaskan, saat ini komunitas Gojek dan Grap hampir sebelas ribu anggota yang harus diperhatikan keselamatannya oleh pemerintah. Karena, ketika ada kecelakaan permasalahannya, apabila di kliem dari perusahaan asuransi jika itu dari gojek, maka susah untuk dicairkan. 
“Saya kira sudah hampir sebelas ribu komunitas, untuk itu harus ada payung hukum yang jelas biar diperkuat dengan membuat  Pergub guna melindungi para pekerja,” kata Tama caleg DPRD Sumsel dapil Palembang l
Lanjutnya, Kita ketahui, lumayan besar lapangan pekerjaan yang dilakukan Grab dan Gojek. 
“Untuk itu harus diberikan apresiasi sekaligus dapat melindungi seperti aturan Pergub,” tutupnya