Siswa yang terlibat tauran ditangkap polisi dan Satuan Polisi Pamong Praja

PALEMBANG,HALUAN SUMATERA   – Upacara 17 Agustus yang dilaksanakan di Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang sempat diwarnai aksi tawuran pelajar yang saling serang,  Makna sejati kemerdekaan Indonesia nampaknya belum diterapkan oleh puluhan pelajar yang berasal dari dua SMK swasta ini.

Kejadian tersebut tepat usai upacara dilaksanakan, sekitar pukul 09.30 WIB. Kejadian tawuran itu diwarnai dengan aksi kejar-kejaran pelajar yang membawa bambu runcing yang diberi bendera merah putih.Dengan memakai seragam putih abu-abu, para pelajar ini menggeruduk area Dermaga Point yang terus berlari menuju Jln Dr Ak Ghani.

Beruntung aksi nekat mereka segera diamankan petugas Pol PP dan aparat kepolisian yang stand by di lokasi. Alhasil sekitar 26 pelajar berhasil digaruk petugas, sementara sisanya melarikan diri. Tak hanya itu, aksi mereka sempat disaksikan Walikota Palembang, Harnojoyo dan puluhan SKPD lain yang masih berada di lokasi.

Dari tangan mereka petugas berhasil menyita sebuah jangkar yang masih ada jarum dan bambu runcing yang masih ada bendera. Sementara petugas tidak menemukan sabuk berbahaya dan senjata lainnya. Usai didata oleh petugas Pol PP, 26 pelajar yang berhasil diamankan saat tawuran ini diberi hukuman. Dengan menanggalkan seragam sekolah yang dikenakan, mereka berbaris dan disuruh menyanyikan salah satu lagu nasional.

Salah satu siswa dipanggil untuk bertugas sebagai dirigen. Mereka lantas menyanyikan lagu ‘Maju tak Gentar’. Sayangnya, beberapa siswa tidak hapal lirik lagu tersebut, hingga petugas menyuruh untuk bernyanyi ulang.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Palembang, Tatang Duka Direja mengatakan, aksi mereka bisa diredam dengan cepat karena pihaknya bekerja sama dengan kepolisian yang sudah mengantisipasi hal ini. Tak ada korban jiwa dalam aksi ini, namun pihaknya akan memanggil kepala sekolah dan orangtua siswa agar mereka bisa diberi pembinaan. “Kita sudah amankan tawuran ini, dan di tempat lain juga sudah ada petugas yang siaga,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dua SMK yang berseteru ini berasal dari SMK Gajah Mada (Gama) dan SMK Bistek. Informasi tersebut terdapat dari seragam yang dikenakan puluhan siswa yang terlibat dalam tawuran. Tercatat ada 22 siswa dari SMK Gama dan 4 siswa dari SMK Bistek yang tertangkap.

Lanjutnya, berdasarkan keterangan dari salah satu siswa, beberapa siswa SMK Bistek sedang duduk di Ampera guna menyaksikan parade kapal hias setelah upacara. Tak lama kemudian rombongan SMK Gama menghampiri dan langsung mencari keributan. “Aksi kejar-kejaran pun tak terelakkan. Puluhan siswa SMK Gama mengejar siswa SMK Bistek hingga menuruni tangga Ampera hingga menuju dermaga Point. Disanalah kita langsung menyegat mereka.

Adanya aksi tawuran di BKB usai pelaksanaan 17 Agustus sangat disesalkan semua pihak. Apalagi para pelajar ini masih berseragam sekolah yang seharusnya mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang positif.

Walikota Palembang, Harnojoyo yang saat aksi tawuran berlangsung masih berada di lokasi mengatakan, sangat menyayangkan adanya kejadian seperti ini. “HUT RI ini momennya bersatu, saling menghargai. Bukan memperpanjang permusuhan dan membuat kerusuhan,” ujarnya.

Ia berharap kepada pihak sekolah untuk tetap mengawasi aktivitas siswa agar kejadian serupa tidak terulang. “Kita tidak tahu masalahnya apa,yang jelas kejadian ini sangat mencederai makna kemerdekaan hari ini,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Drs.Widodo,MPd mengakui mendengar kejadian ini merasa terkejut,nantinya pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Disdikpora Kota Palembang atas kejadian ini,seharusnya masing – masing pihak dari sekolah sebelumnya memberikan pengarahan dan pembinaan terlebih dahulu jauh – jauh hari sebelum mengikuti upacara tersebut,”ujarnya

Lanjutnya,kedepanya kejadian seperti ini menjadi pelajaran bagi sekolah – sekolah lain agar tidak terjadi lagi,untuk mengantisipasi tauran – tauran seperti ini diharapkan setiap sekolah – sekolah diadakan kegiatan – kegiatan ekstrakulikuler seusia mereka ini sebagai bentuk untuk mengalihkan mereka melakukan hal yang tidak diinginkan,”harapnya

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan olahraga (Disdikpora) Kota Palembang Ahmad Zulinto,S Pd,MM ketika dikonfirmasi melalui Via telpon mengatakan,sangat menyayangkan dengan kejadian tauran antar pelajar usai upacara memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Benteng Kuto Besak (BKB),Dia akan memerintahkan Kepala bidang(kabid)SMP,SMA dan SMK untuk menindak lanjuti kejadian ini,”ujarnya disela – sela menunaikan ibadah haji di Mekah

Melalui Kabidnya  untuk memanggil kepala sekolah yang bersangkutan dan nantinya akan diberikan sangsi dan diberikan tindakan tegas ,pasalnya,dengan kejadian ini suatu tindakan yang tidak terpuji apalagi kejadian ini bertepatan HUT RI,”tegasnya.

Senada dikatakan Kadid SMP,SMA dan SMK Drs.H.Lukman Haris,MSi mengatakan,Kepala Sekolah yang bersangkutan sudah diperintahkan untuk memanggil orang tua siswa tersebut untuk diselesaikan.

“Tawuran ini sangat memalukan, terlebih disaat bangsa Indonesia sedang mengenang detik-detik Proklamasi Kemerdekaan, justru siswa tersebut membuat kerusuhan yang tidak mencerminkan seorang pelajar. Sebagai generasi penerus seharusnya mereka menghargai jasa pahlawan yang rela berkorban demi mendapatkan kemerdekaan bukan membuat kerusuhan, perbuatan ini tidak patut dicontoh oleh pelajar yang lain dan bila perlu siswa tersebut dikeluarkan dari sekolah,”tegas Lukman(hasan basri).

.