Seorang jurnalis mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

Seorang jurnalis mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

Jakarta, HS – Indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia pada Senin (29/8), dibuka turun sebesar 13,68 poin di tengah minimnya sentimen positif yang beredar.

IHSG BEI dibuka melemah 13,68 poin atau 0,25 persen menjadi 5.425,14, sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak turun 3,43 poin (0,37 persen) menjadi 934,15.

“Di tengah insentif pasar dari dalam negeri yang minim, serta ketidakpastian atas keputusan bank sentral Amerika Serikat (The Fed) mengenai suku bunga memicu pergerakan IHSG cenderung melemah,” kata Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere, seperti di kutip Antara di Jakarta.

Ia mengemukakan bahwa program amnesti pajak yang baru berjalan sekitar satu bulan masih dalam ketegori rendah. Meski jumlah uang tebusan dan surat penyertaan harta (SPH) setiap harinya semakin meningkat namun secara nominal masih relatif kecil.

Dari eksternal, lanjut dia, berkenaan dengan Gubernur The Fed Janet Yellen yang belum memberikan sinyal kapan akan menaikkan suku bunga acuannya, hal itu kembali memicu ketidakpastian bagi pasar.

Sementara itu, analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya mengatakan bahwa masih mengalirnya dana asing ke pasar saham domestik menunjukkan tingkat kepercayaan yang masih cukup tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Pekan ini, pergerakan IHSG akan dipengaruhi oleh rilis data inflasi Agustus 2016, diproyeksikan masih cukup terkendali sehingga dapat menjaga pergerakan IHSG. Jika terjadi koreksi merupakan hal wajar dan dapat dimanfaatkan sebagai peluang untuk melakukan akumulasi beli,” katanya.

Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng melemah 96,83 poin (0,42 persen) ke level 22.812,71, indeks Nikkei naik 357,50 poin (2,19 persen) ke level 16.718,21, dan Straits Times melemah 22,12 poin (0,77 persen)  posisi 2.835,67.(SNI)