PRABUMULIH,HALUANSUMATERA.COM – Kasus dugaan banyaknya money politik (politik uang) pada pemilihan umum khususnya Pileg (pemilihan legislatif), pada Rabu, 17 April 2019 lalu, juga terjadi di Kota Prabumulih. Hal itu terungkap, saat salah satu pengacara, yakni Maiwan Kaini SH melaporkan dugaan money politik yang dilakukan oleh 2 (dua) orang Caleg terpilih dari Hanura dan Golkar berinisial IT dan W ke kantor Bawaslu Prabumulih, Senin sore (29/4/2019) kemarin.

Dalam laporan itu, Maiwan Kaini yang mendampingi beberapa Caleg dari partai Berkarya, Hanura, dan Perindo melaporkan kedua Caleg terpilih bersama barang bukti puluhan lembar uang pecahan seratus ribu, kartu nama, dan kertas surat suara berikut dua saksinya.

Namun sayang, hingga berita ini ditulis yang bersangkutan (Maiwan Kaini) belum memberikan komentar terkait laporannya tersebut. Saat dikonfirmasi lewat WhatsApp pribadinya belum memberikan jawaban karena posisi tidak aktif.

Terpisah, Ketua Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Kota Prabumulih, Herman Julaidi SH ketika dikonfirmasi terkait laporan tersebut tidak membantah. Pihaknya juga ia katakan, saat ini masih mengkaji laporan tersebut.

“Laporannya masih dikaji,” jawabnya singkat, saat dibincangi melalui pesan WhatsApp pribadinya, Selasa malam tadi.

Begitupun ketika disinggung mengenai upaya pemanggilan terhadap kedua Caleg terlapor, kembali Herman menjawab singkat bahwa pihaknya masih dalam proses pengkajian terlebih dahulu.

“Tergantung kagek (nanti) hasil kajian,” sebutnya singkat, seraya mengaku belum bisa memberikan komentar banyak masalah laporan tersebut.

Hal serupa juga disampaikan oleh Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Travolta Hutauruk MH SIk SH ketika dihubungi, Selasa malam. Meski tidak merinci terlalu jauh, namun dirinya mengatakan, (kasusnya) masih ditangani pihak Bawaslu.

“Sedang di Bawaslu,” ujarnya singkat, sembari meminta media online ini untuk menanyakannya langsung kepada pihak Bawaslu Prabumulih.

“Konfirm kesana aja bang,” sebutnya singkat.

Seperti diketahui, dua Caleg dari sejumlah partai dilaporkan ke Bawaslu Kota Prabumulih oleh beberapa Caleg lainnya, karena diduga melakukan money politik sebelum pencoblosan.

Melalui pengacaranya, Maiwan Kaini SH, beberapa perwakilan partai ini melaporkan salah satu Caleg DPRD Kota Prabumulih dari Partai Golkar Dapil 3 wilayah Kecamatan Prabumulih Timur berinisial W. Tak hanya melapor, ketiga perwakilan parpol ini juga melampirkan beberapa bukti kecurangan money politik berupa Amplop berisi uang Rp 400 ribu, Kartu Nama serta Kertas Suara beserta dua saksinya.

Kemudian salah satu Caleg terpilih lainnya, yang dilaporkan yakni berinisial IT dari Partai Hanura Dapil 1 wilayah Kecamatan Prabumulih Selatan, Prabumulih Barat dan Rambang Kapak Tengah (RKT) juga dengan dugaan yang sama berikut barang bukti berupa Amplop berisi Uang Rp 300 ribu dan Kartu Nama serta dua orang saksi.