PALEMBANG,HS –  Badan Restorasi Gambut (BRG) terus lakukan upaya aktif restorasi gambut melalui kegiatan Pembasahan Kembali (Rewetting), Revegetasi, Revitalisasi SosiaI-Ekonomi masyarakat dan Program Desa Peduli Gambut di Provinsi Sumatera Selatan. 
Bahkan, hingga 2018 luasan lahan terdampak kegiatan restorasi yang dilakukan BRG, Pemda bersama para mitra dan masyarakat di provinsi ini sebesar 102.092 hektar. 
“Pada 2018, kegiatan fisik restorasi gambut dilakukan melalui mekanisme Tugas Pembantuan oleh Pemerintah Daerah. Pada tahun 2018, telah terbangun 99 sumur bor, 516 sekat kanal dan 18 upaya penimbunan kanal untuk program pembasahan ekosistem gambut atau rewetting,” ungkap  Deputi Bidang Edukasl, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan BRG, Dr Myrna A Safitri di sela kegiatan diskusi BRG bersama Media di Palembang, Kamis (28/2). 
Lanjutnya, untuk revegetasi tahun 2018 di Sumatera Selatan dilakukan pada 150 hektar Iahan sedangkan paket revitalisasi sosialekonomi berupa paket peternakan, perikanan dan perkebunan sebanyak 26 paket telah didistribusikan kepada kelompok masyarakat di desa pada area target restorasi. 
“Pembasahan ekosistem gambut merupakan upaya awal pencegahan kebakaran. Namun demikian, kita perlu tetap waspada karena kebakaran masih berpotensi terjadi. Kerusakan gambut yang sangat parah memerlukan waktu panjang untuk pemulihan karena gambut belum sepenuhnya kembali pada kondisi semula,” ulasnya. 
Dikatakan, BRG mencatat penurunan titik panas secara signifikan ditemukan pada lokasi yang makin dekat dengan PIPG. “Jika berada pada radius 0-1 km dari PIPG, rata-rata hanya ada 2,4% hotspot. Semakin jauh dari PIPG, hotspot bertambah. Misalnya pada jarak 1-2 km, ditemukan 5,696 hotspot dan pada jarak lebih dari 2 km ada 92% hotspot,” jelasnya.
“Kegiatan penyiapan dan pemberdayaan masyarakat dilakukan dalam program Desa Peduli Gambut (DPG). Untuk Provinsi Sumatera Selatan, program DPG pada 2017 -2018 dilakukan BRG bersama para mitra pada 43 desa/kelurahan yang berada di Kabupaten Musi Banyuasin, Kabupaten Banyuasin dan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI),” tutupnya