PALEMBANG,HS – Sejak tahun 2014 lalu pemerintah pusat kuncurkan dana desa yang saat ini telah mengurangi jumlah desa tertinggal di Indonesia, Berdasarkan data dari BPS sebanyak 19.750 desa tertinggal menjadi 13.232 desa tertinggal di 2018.
Sekjen Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Anwar Sanusi menjelaskan, empat program prioritas yang disasar dari dana desa tersebut yakni, pertama menggali komoditas serta potensi yang dimiliki desa. Menurutnya, masing-masing desa memiliki karakter serta ciri khas daerahnya tersendiri.
“Dana desa diharapkan dapat menggali potensi tersebut. Dan bisa dioptimalkan untuk mensejahterakan masyarakatnya,” katanya, saat usai narasumber Forum Merdeka Barat 9 yang bertema : Kinerja Pemerintah 4 Tahun Jokowi – JK : Memberantas Kemiskinan Berbasis Pembangunan Desa, di Griya Agung, Senin (4/2/2019).
Kedua, pendirian Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Melalui pendirian BUMDes, diharapkan dapat menggerakkan perekonomian di desa. Potensi yang ada dikelola secara profesional. Nantinya juga bisa menyerap pengangguran di desa.Ketiga pembangunan Embung Desa. Sebesar 82,7 persen desa di Indonesia memiliki basis perekonomian di sektor pertanian. Permasalahannya setiap musim kemarau, lahan di desa kerap kekurangan air bersih.
“Pemberian dana desa ini diharapkan bisa mencari sumber air untuk mengairi lahan pertanian,” ujarnya.
Keempat, pembangunan sarana olahraga. Berdasarkan hasil survey yang didapatnya. Kebanyakan masyarakat desa yang melakukan urbanisasi ke kota disebabkan minimnya fasilitas pendukung serta infrastruktur desa seperti sekolah, tempat rekreasi, jalan desa, dan sarana olahraga.
“Nah, dengan adanya dana desa ini diharapkan nantinya bisa membuat warga betah dan tidak pindah ke kota. Diantaranya dengan infrastruktur yang memadai,” tutupnya