PALEMBANG – Keresahan para pedagang mengenai pembangunan Aldiron Plaza Cinde yang dinilai mangrak ditanggapi langsung oleh Direktur Utama PT Magnam Beatum Altar Tarigan.
Menurutnya, Aldiron Plaza Cinde terus berprogres meski diakuinya ada kendala bukan masalah prinsiple melainkan faktor cuaca. Sedangkan mengenai pertemuan pemprov dengan IMA menyebutkan soal kontraktor pembangunan Masjid Raya Sriwijaya dan Aldiron Plaza Cinde yang sama yakni PT Brantas sehingga ada kekhawatiran bahwa akan mangrak. Ia memastikan hal tersebut tidak benar.
“Tidak Aldiro dan masjid sriwijaya itu beda permasalahan,” tuturnya
Diakuinya, awal pembangunan Aldiron Plaza Cinde memang terkendala karena adanya sanggahan Cagar Budaya namun semua sudah beres. Baik lahan, perjanjian kerja sama dan lainnya. Sedangkan Masjid Sriwijaya karena lahan belum rampung.
“PT Brantas merupakan BUMN dengan perusahaan yang sehat, keuangan dan pengalaman , makanya lelang di menangkan perusahaan ini, kami juga tentu tidak sembarangan memilih kontrakor,” katanya
Soal progres, ia mengatakan, pembangunan di terus berjalan dengan pengerjaan pondasi. Ada 250 tiang pancang dari total 800 tiang pncang atau 25 persen. Saat ini sudah 4,5 persen dari total kontrak Rp 260 miliar dari target  6 persen,  terjadi keterlambatan 1, 5 persen. Hal ini karena saat ini musim hujan, sedangkan pengerjaan masih pada pondasi dan pembangunan basemant sehingga tanah menjadi labil dan menyulitkan pekerja.
Kemudian, lanjutnya, pada Juli ini pedagang eksisting akan melakukan pengundian untuk lapak. Pengundian nomor ini agar para pedagang tidak berebut. Targetnya pada Desember pedagang eksisting sudah masuk sebab pada Agustus topping off bangunan selesai.
“Jadi struktur bawah selesai dan kami lanjutkan di struktur atas,” ujarnya
Kemudian, ditargekan pada 2021 total pembangunan mall dan apartemen selesai dan pada 2020 pedagan masuk. ini sesuai dengan PKS dengan provinsi.