PALEMBANG,HS – Menindak lanjuti intruksi dari Mentri Perhubungan RI, yang menginginkan waktu tempuh naik Light Rial Transit (LRT) Sumsel lebih capat maka sudah dilakukan beberapa kali uji coba penambahan kecepatan.
“Kita sudah melakukan beberapa kali tes/uji coba penambahan kecepatan. Tes pertama waktu tempuh jadi 60 menit, lalu 57 menit dan terakhir 53 menit,” kata Kepala Proyek LRT Sumsel Masudi Jauhari.
Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa targetnya itu waktu tempunya bisa dibawah 50 menit. Jadi yang diuji coba sekarang masih belum sampai target dan masih akan diuji lagi sampai sesuai target.
“Memang kecepatannya belum bisa maksimal, untuk yang sudah di tes terakhir di angka 20-60 km/jam. Dengan waktu tempu 53 menit dari Stasiun DJKA-Bandara,” katanya.
Menurut Masudi, secara desain kecepatannya bisa 100 km/jam. Tapi kalau sistem tidak boleh melebih 80 km/jam, hal ini dilakukan demi keamanan dan lain-lain.
“Kami yakin bisa sesuai target. Kalau sekarang masih pakai Taspat (pembatas kecepatan). Nanti kedepanya tidak lagi pakai Taspat melainkan on board,” tutupnya