010532900_1457001725-20160303-Gatot-Nurmantyo-HF2

Jenderal Gatot Nurmantyo saat jumpa pers di Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (28/7).

Haluansumatera.com – Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo, meminta seluruh prajurit tidak dendam atas meninggalnya Serda Muhammad Ilham yang tertembak Sat Bravo Brimob dalam menjalankan Satgas Tinombala di Poso, Sulawesi Tengah. Sebab, Sat Bravo Brimob tak mempunyai niat untuk membunuh Serda M Ilham satuan Sandhi Yudha Kopassus.

“Saya perintahkan seluruh prajurit tidak ada yang menyampaikan pernyataan pers tentang ini. Saya ulangi. Tugas Satgas Tinombala, teman tim bravo tidak ada niat membunuh, tapi tertembak. Mereka sama-sama kerja untuk keberhasilan. Saya prajurit, mengalami hal seperti ini tidak ada kata-kata dendam,” kata Jenderal Gatot Nurmantyo saat jumpa pers di Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (28/7).

Meski demikian, pihak TNI dan Polri telah mengirimkan tim investigasi terkait meninggalnya Serda Ilham. Dia meminta semua menunggu hasil investigasi tersebut.

“Ini saya sampaikan sehingga tidak ada simpang siur lagi kejadian seperti itu kita tunggu hasil investigasi. Biarkan tim tinombala menjadikan momen tertangkapnya Santoso untuk melanjutkan tugas pemberantasan,” kata dia.

Dia menyakini Sat Bravo Brimob merasa bersalah lantaran Serda Ilham tertembak yang juga menjalankan Satgas Tinombala. “Karena kejadian seperti ini pun merupakan hukuman luar biasa bagi tim Bravo. Menembak teman sendiri itu merupakan hukuman luar biasa, seumur hidup,” kata dia.

Atas insiden tersebut, dia meminta prajurit terus melanjutkan operasi Satgas Tinombala untuk memburu sisa kelompok Santoso 18 orang. Dia juga mengimbau sisa kelompok Santoso untuk menyerahkan diri.

“Kalau diproses hukum, pasti. Dan ada peluang untuk minta grasi. Tapi kalau di hutan akan kita kejar sampai manapun juga. Percayalah, bahwa tidak ada tempat yang aman bagi teroris di Indonesia selama TNI dan Polri bersama-sama,” ujar dia.