PALEMBANG,HS – Guna mengantisipasi terjadinya Kebakaran Hutan, Kebun dan Lahan (Karhutbunla) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) di tahun 2018, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel menyiapkan posko yang tersebar di Sembilan Kabupaten/kota yang dianggap rawan Karhutbunla.

Hal ini diungkapkan langsung oleh kepala BPBD Sumsel, Iriansyah usai Rapat Koordinasi Persiapan Posko Karhutbunla Provinsi Sumsel Tahun 2018 di Kantor BPBD Sumsel Kamis (21/3/2018).

Ia mengatakan Sembilan Kabupaten/Kota yang rawan Karhutbunla antara lain Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir (OI), Musi Banyuasin (Muba), Banyuasin, Muaraenim, Musi Rawas, Musi Rawas Utara (Muratara), Pali, dan Ogan Komering Ulu (OKU)

“Ya, Sembilan daerah itu merupakan titik rawan Karhutbunla di Sumsel,” kata ,

Ia menjelaskan, untuk posko tersebut disediakan langsung oleh perusahaan kehutanan dan perkebunan itu sendiri guna mencegah terlebih dahulu agar tidak terjadi Karhutbunla.

“Jadi, setiap perusahaan wajib menyediakan posko yang juga dilengkapi dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terdiri dari 10 sampai 15 orang. Selain itu, dalam segi peralatan juga lengkap sehingga kalau terjadi Karhutbunla langsung bisa segera dipadamkan,” ungkapnya.

Menurutnya, musim kemarau akan masuk pada bulan Mei karena curah hujan yang sudah mulai menurun. “Kami prediksi akan ada 750 titik Hotspot yang akan tersebar di Sembilan Kabupaten/kota ini,” jelasnya.

Dengan jumlah tersebut, lanjut Iriansyah, Gubernur Sumsel juga sudah menetapkan status siaga untuk menghadapi Karhutbunla. Apalagi, Palembang akan menjadi tuan rumah penyelenggara Asian Games Agustus mendatang.

“Kalau ini terjadi bukan hanya nama Sumsel saja yang jelek tetapi Indonesia juga di mata negara lain,” katanya.

Ia menambahkan, pihaknya berharap agar di tahun ini tidak terjadi  Karhutbunla sehingga tidak menggangu Asian Games.

“Intinya jangan sampai ada asap yang menggangu Asian Games. Kalau ada titik asap langsung kita padamkan,” tutupnya