img_20160927_212948

Wakil Gubernur Sumatera Selatan H Ishak Mekki saat menbuka acara Pertemuan Konsultasi Regional Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (OP PSDA) di Griya Agung Palembang. Selasa (27/09).

PALEMBANG,HS – Acara  Konsultasi Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (OP PSDA) 2016 di Palembang,resmi dibuka langsung Wakil Gubernur Sumatera Selatan H Ishak Mekki bersama Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Dirjen Sumber Daya Air serta Dirjen Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Kepala dinas perairan sumsel Rinaldi di Griya Agung. Selasa (27/09).

Kegiatan ini diikuti 9 provinsi wilayah I yakni Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Lampung, Bengkulu dan Bangka Belitung.

Untuk Wilayah II ada 7 provinsi yaitu Provinsi Gorontolo, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat dan Bali serta 4 provinsi tamu peninjau wilayah II dan III yaitu Jawa Barat, Kalimantan Selatan, Maluku dan Papua Barat dengan jumlah seluruh peserta sebanyak 458 orang.

Kegiatan OP PSDA dilaksanakan dalam rangka memberikan masukan kepada Pemerintah Pusat/Pemerintah Provinsi/Pemerintah Kab/Kota dalam pelaksanaan OP PSDA, Kelembagaan dan SDM Pengelola OP untuk mendukung ketahanan air, ketahanan pangan dan ketahanan energi.

“Program kedaulatan pangan adalah satu fokus utama Pemerintah dengan sasaran utama adalah swasembada beras sehingga dalam 3 tahun kedepan produksi beras domestik dapat mengalami surplus 10 juta ton melalui perbaikan saluran irigasi, pembangunan irigasi baru maupun pembangunan waduk dan pemenuhan kebutuhan air di semua sektor.”ujar kepala dinas perairan sumsel, Rinaldi saat memberi sambutan.

Di tambahkannya.Penyelenggaraan Pertemuan Konsultasi Regional Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (OP PSDA) merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan secara bergantian di provinsi seluruh Indonesia. Pada tahun 2016,

Sementara itu Wakil Gubernur Ishak Mekki dalam sambutannya menyampaikan,acara ini juga bertujuan membangun komitmen pemerintah pusat dan pemerintah daerah serta stakeholder lainnya dalam pelaksanaan OP PSDA dan untuk merumuskan langkah-langkah strategis sebagai upaya mendukung terwujudnya pengelolaan SDA yang berdaya guna secara berkelanjutan, dan mengevaluasi pelaksanaan OP tahun 2016 sesuia dengan ketetapan sistem pelaporan, perbaikan materi pertemuan dan rencana pertemuan OP PSDA tahun berikutnya.”tutupnya,(MDN)
.

 

Kegiatan ini diikuti 9 provinsi wilayah I yakni Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Lampung, Bengkulu dan Bangka Belitung.

Untuk Wilayah II ada 7 provinsi yaitu Provinsi Gorontolo, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat dan Bali serta 4 provinsi tamu peninjau wilayah II dan III yaitu Jawa Barat, Kalimantan Selatan, Maluku dan Papua Barat dengan jumlah seluruh peserta sebanyak 458 orang.

Kegiatan OP PSDA dilaksanakan dalam rangka memberikan masukan kepada Pemerintah Pusat/Pemerintah Provinsi/Pemerintah Kab/Kota dalam pelaksanaan OP PSDA, Kelembagaan dan SDM Pengelola OP untuk mendukung ketahanan air, ketahanan pangan dan ketahanan energi.

“Program kedaulatan pangan adalah satu fokus utama Pemerintah dengan sasaran utama adalah swasembada beras sehingga dalam 3 tahun kedepan produksi beras domestik dapat mengalami surplus 10 juta ton melalui perbaikan saluran irigasi, pembangunan irigasi baru maupun pembangunan waduk dan pemenuhan kebutuhan air di semua sektor.”ujar kepala dinas perairan sumsel, Rinaldi saat memberi sambutan.

Di tambahkannya.Penyelenggaraan Pertemuan Konsultasi Regional Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (OP PSDA) merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan secara bergantian di provinsi seluruh Indonesia. Pada tahun 2016,

Sementara itu Wakil Gubernur Ishak Mekki dalam sambutannya menyampaikan,acara ini juga bertujuan membangun komitmen pemerintah pusat dan pemerintah daerah serta stakeholder lainnya dalam pelaksanaan OP PSDA dan untuk merumuskan langkah-langkah strategis sebagai upaya mendukung terwujudnya pengelolaan SDA yang berdaya guna secara berkelanjutan, dan mengevaluasi pelaksanaan OP tahun 2016 sesuia dengan ketetapan sistem pelaporan, perbaikan materi pertemuan dan rencana pertemuan OP PSDA tahun berikutnya.”tutupnya,(MDN)
.