PALEMBANG, HS – Manajer SDM dan Umum PT PLN WS2JB Lala Arief Fadila, General Manajer PLN WS2JB Area Kota Palembang Joni dan Deputi Manager Hukum dan Humas PLN WS2JB Rosmalina, hadir menjadi inspirator atau guru sehari di Aula SMK Negeri 7 Palembang, Selasa (15/5). Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka program PLN Mengajar. 

Manajer SDM dan Umum PLN WS2JB Lala Arief Fadila menjelaskan, program ini bertujuan untuk membantu peningkatan pendidikan dan partisipasi dalam mencerdaskan kehidupan berbangsa. Serta menumbuhkan minat dan kepedulian kepada masyarakat, khususnya di sektor ketenagalistrikan.

“Program yang dilaksanakan PLN ini mengambil tema Terangi Bangsa Dengan Pendidikan,” ujar Lala, saat memberikan arahan didepan ratusan siswa-siswi dan para guru SMK Negeri 7 Palembang.

Dalam kesempatan itu, Lala berbagi pengetahuan mengenai asal usul listrik, Contact Center PLN 123 dan pengetahuan kelistrikan lainnya. “Diharapkan dapat membuat siswa memiliki wawasan, kontribusi, kepedulian tentang ketenagalistrikan,” ungkapnya.

Selain itu ia juga berbagi inspirasi pengalaman pada saat bekerja di PLN, tentang bagaimana bekerja keras dalam melakukan pelayanan dan melistriki nusantara, khususnya di Palembang. Selain itu ia juga memberikan motivasi mengenai kesuksesan dalam memperoleh prestasi di sekolah.

Terlihat sambutan hangat dan penuh antusias diberikan ratusan siswa-siswi pada Tim PLN Mengajar. Dalam beberapa kesempatan, siswa tidak segan bertanya mengenai kelistrikan.

Selain itu PLN juga memberikan sejumlah bantuan dana Bina Lingkungan PLN di dua sekolah yaitu SMP N 28 dan SMK N 8 Rp129.250.000. Tak hanya memberikan uang bantuan Di SMK N 7, PLN juga memberikan bantuan berupa rak buku untuk perpustakaan dan buku bacaan serta 10 set kotak sampah gantung serta peralatan sekolah untuk siswa.

Sementara Suparma Kepala SMK Negeri 7 Palembang sangat menyambut baik kegiatan yang dilakukan PLN. Bahkan merupakan suatu kebanggaan dan penghargaan tersendiri bagi SMK Negeri 7. Sedangkan terkait materi yang diberikan PLN minimal siswa siswinya dapat mengerti apa itu perusahaan BUMN dan prodak PLN.

“In Shaa Allah dengan adanya keterbukaan ini dapat menambah wawasan mereka,” kata dia.

Terahir Suparman mengharapkan untuk kedepannya pihak PLN dapat lebih peduli lagi pada dunia pendidikan, karena terlihat jelas dunia pendidikan saat ini tertinggal dari dunia industri.

“Kalau PLN atau perusahaan BUMN tidak peduli dengan dunia pendidikan tentunya kita akan menjadi penonton, otomatis nanti kita akan mendapatkan SDM yang tidak siap. Tapi kalau PLN ini peduli kepada pendidikan otomatis nanti tamatan SMK ini sudah siap dan industri ataupun perusahaan manapun tinggal menampung saja,” terangnya.