Kondisi jalan yang rusak disinyalir karena sering dilewati truk angkutan batubara ilegal.

MUARAENIM, HS – Jalan kabupaten yang menghubungkan BTN Midangan Asri ke Bintan Bara Lestari, Desa Keban Agung, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muaraenim kondisinya sangat memprihatinkan.‬

‪Dari pantauan di lokasi, Minggu (26/3) bahwa jalan yang menghubungkan dari BTN Midangan Asri  menuju Komplek Bara Lestari dengan panjang sekitar 3 km rata-rata hancur disebabkan banyaknya angkutan batubara, sehingga akses masyarakat ini harus dikorbankan demi batubara ilegal yang dikoordinir oleh oknum masyarakat.
‬‪
Raduin, salah satu warga Kompleks BTN Midangan Asri membenarkan bahwa sejak beberapa tahun lalu di lokasi ini sudah ada pengumpulan batubara oleh masyarakat. “Ironisnya mereka hanya cuma mencari keuntungan semata tanpa peduli hak hak masyarakat sekitar,” urainya.‬

“‪Bapak lihat sendiri sore ini. sudah banyak truk batubata yang standby di lokasi pengepokan (pengumpulan) batubara yang diangkut menggunakan mobil, rata-rata truk angkutan mereka mencapai 10 ton lebih,” sambungnya.

‪Menurutnya, rutinitas yang tinggi dari angkutan batubara ini tak ayal membuat jalan ini hancur seperti sekarang.‬

“‪Jika sudah seperti ini, mana hak-hak kami sebagai masyarakat, ironisnya Pemerintah dan Aparat yang ada di kabupaten ini seolah tutup mata,” pungkasnya. (EDW)