Jalan yang menghubungkan dua kecamatan di PALI amblas hingga nyaris putus.

Jalan yang menghubungkan dua kecamatan di PALI amblas hingga nyaris putus.

PALI, HS – Akses jalan penghubung antara Kecamatan Penukal dengan Kecamatan Abab, Kabupaten PALI, tepatnya di Desa Purun, Kecamatan Penukal, nyaris putus. Hal ini disebabkan saluran air atau gorong-gorong di bawah jalan telah terkikis. Lama kelamaan jalan yang sudah diaspal ambruk dan berlubang, hal ini tentu sangat membahayakan bagi para pengendara.

Pantauan awak media, jalan berlubang dengan kedalaman lebih dari dua meter dan lebar satu meter serta panjang sekitar 2 meter. Lubang tersebut ditandai warga dengan bambu dan kayu serta tali. Hal itu dibuat agar pengendara dapat mengetahui keberadaan lubang dan menghindarinya.

Berdasarkan keterangan warga setempat, ambruknya terowongan air disebabkan banyak truk melebih tonase melintas di jalan tersebut. Alhasil saluran air dari di bawahjalan pecah sehingga sebagian jalan ambruk.

“Awal kondisi jalan bergelombang dari bawah, banyak kendaraan truk bermuatan sawi milik PT GBS melintas akhir sebagian jalan ambruk sampai ke saluran air sungai,” kata Sigit.

Ia mengatakan sudah tiga pekan jalan tersebut ambruk dan dibiarkan saja, hal ini membuat para pengendara harus berhati -melintas di jalan tersebut.

“Sudah tiga pekan jalan Desa Purun, ambruk, hingga saat ini belum ada tanda-tanda terowongan air itu akan di perbaiki. Padahal jalan akses warga untuk bepergian, jadi kalau ada warga yang hendak lewat jalan itu harus pelan-pelan agar tidak terperosok,” kata tokoh pemuda PALI.

Hal senada dikatakan Yosi, menurutnya setiap saat ia melintas jalan tersebut selalu hati-hati dan mengurangi kecepatan mobil yang ia kendaraannya, agar tidak peresok di terowongan air.

“Tiap kali lewat di jalan itu, was-was takutnya mobil aku masuk gorong-gorong, semoga saja jalan itu cepat di perbaiki,” keluh Yosi.

Sementara saat wartawan hendak menginformasikan dan konfirmasi keberadaan jalan ambruk kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga dan Cipta Karya, nomor dua kepala dinas tersebut tidak aktif. (MAN)