PALEMBANG,HS – Para pemudik yang hendak melalui Jalan Tol Trans Sumatera Palembang-Lampung terpaksa harus kecele. Pasalnya pada arus mudik tahun ini pihak kontraktor hanya memfungsionalkan satu lajur dari Lampung menuju ke Palembang.

Selain itu, lantaran fasilitas jalan tol belum berfungsi secara layak, khususnya pada sisi penerangan para pemudik terpaksa melintas pada siang hari saja.

Pimpinan Proyek Tol Pematang Panggang – Kayu agung, Fahrudin Haryanto mengatakan arus mudik lebaran tahun 2019 para pemudik hanya bisa melalui jalan tol mulai pukul 06.00 sampai 18.00 dengan dilakukan sistem buka tutup.

Lajur yang sama kembali bakal difungsikan pada arus balik lebaran dari Palembang menuju Lampung.

“Jadi nanti hanya dibuka satu lajur dari Lampung menuju Palembang. Para pemudik kita imbau mudik siang hari, karena fungsionalnya hanya pada siang hari,” ujarnya, Selasa (21/5/2019).

Ia menjelaskan, untuk para pemudik dari Palembang menuju ke Lampung untuk sementara waktu belum bisa menggunakan jalan tol. Para pemudik bisa melewati jalan nasional. Sementara pada arus balik nanti barulah lajur A akan difungsionalkan dari arah Palembang menuju Lampung.

Untuk menambah kenyamanan para pemudik, pihaknya telah menyiapkan rest area di lajur B dengan menyusun beberapa unit kontainer. Adapun fasilitas yang disediakan seperti toilet, mushola, BBM portable dan fasilitas pendukung lainnya.

“Arus mudik tahun ini yang dari Palembang-Lampung masih lewat jalan nasional. Nah, pada arus balik barulah masyarakat bisa melintas ke arah Lampung,” katanya

Sementara itu, jelang arus mudik jalan tol Palembang-Indralaya (Palindra) dalam keadaan yang cukup memperhatinkan. Dimana beberapa titik jalan tol banyak dipenuhi tambal sulam.

Ketika masuk dari pintu gerbang Palembang, sepintas tak ada kendala. Namun, ketika telah memasuki tol sepanjang 23 kilometer tersebut di beberapa titik terlihat jelas banyaknya tambal sulam.

Bahkan pihak pengelola terpaksa memasang rambu-rambu bahwa sedang ada pengerjaan tambal sulam agar masyarakat tak melaju sembarangan.

Akibat banyaknya jalan tambal sulam membuat aspal jalan menjadi tak rata. Ketika para pengendara memacu tunggangannya dengan kecepatan 100 Km/Jam sangat terasa sekali bahwa kondisi beberapa titik jalan tak rata. Jika sopir tak berkonsentrasi, bisa-bisa kendaraan terbalik lantaran kondisi jalan yang buruk.