• WBU Bangkitkan KP3SK demi Membangun Banyuasin 

BANYUASIN, HS – Wasista Bambang Utoyo tiada pernah lelah untuk mensosialisasikan Empat Pilar. Sosialisasi empat pilar itu pun dicita-citakan memberikan pemahaman tentang sistem ketatanegaraan dan pelaksanaan Undang-undang Dasar 1945. Sebuah jejak petualangan di kawasan perairan.

Jum’at, 1 Februari 2019, tatapan sekitar 200 pasang mata warga yang terhimpun di Desa Sidomulyo Jalur 18, Muara Padang, Banyuasin seakan menjelma tajam, lalu terasa begitu akrab. Di siang hari, itu Wasista Bambang Utoyo—akrab dipanggil WBU yang sengaja datang ke lokasi ini guna mensosialisasikan empat pilar di kawasan perairan.

Terlihat jelas peserta sosialisasi yang berasal dari kalangan ibu-ibu PKK, kepala desa, tokoh masyarakat, dan tokoh karang taruna fokus menyimak serta mendengarkan tiap kali arahan si anak jenderal itu.

“Usai empat kali Undang-Undang Dasar 1945 dilakukan amandemen, sistem ketatanegaraan Indonesia juga mengalami perubahan.  Perubahan yang dimaksud terjadi dalam beberapa lembaga negara, baik penambahan nama lembaga yang baru, hubungan antara lembaga negara, maupun pembubaran lembaga negara,” diuraikan WBU.

Lantas, seperti apa implementasi pelaksanaan UUD 1945? Seketika anggota DPR/MPR RI 2014-2019 dari Daerah Pemilihan Sumatera Selatan 1 ini menjawab ia bersama-sama seluruh stakeholder khususnya di Banyuasin bakal terus berkarya demi mewujudkan masyarakat ‘Sejahtera yang Berkeadilan’ dan ‘Adil dalam Kesejahteraan’.  

“Bersebab itu, saya berkeinginan besar membantu pemerintah daerah Banyuasin ini lewat pendekatan yang berbasis komunitas  PEREMPUAN, PEMUDA, PETANI, dan SANTRI KREATIF (KP3SK). Apalagi KP3SK ini adalah empat pilar pokok dalam pemberdayaan,” WBU menyampaikan.

Memang, lanjut WBU, lebih dari separuh program-program pemberdayaan ekonomi yang ia suguhkan untuk masyarakat bermukim di kawasan perairan telah dirasakan sekaligus  dibuktikan oleh masyarakat luas.

“Insyaallah, tentulah saya bersiap membantu saudara-saudara dalam menumbuhkan kembangkan sektor ekonomi kerakyatan di kawasan perairan. Yang membuat hati saya sedikit bangga Alhamdulillah setahap demi setahap saudara bisa rasakan dan buktikan apa-apa yang telah saya perbuat selama ini,” kata lelaki yang memegang prinsip dengan semangat gotong royong, semua tertolong.

Tekad WBU di dalam menabur nilai-nilai kemandirian untuk masyarakat yang berdomisili di tepian perairan Banyuasin tak hanya sampai di situ. Bahkan, dirinya pun selalu menitip pesan agar komunitas-komunitas yang ada dapat mencetak sumber daya manusia yang andal.

“Hendaknya melalui tangan-tangan saudara di komunitas ini mampu melahirkan masyarakat yang andal di penjuru desa yang ada di Muara Padang, Muara Sugihan, dan Air Salek,” dia menuturkan.

Dan, jika saja Anda menyaksikan ada seseorang yang bermimpi tentang kebebasan, maka bangunkanlah. Segera suruhlah ia memandang kenyataan, berjuang memujudkan segala mimpi-mimpinnya.

“Nah, begitupun dengan komunitas-komunitas ini. Percayalah ketika saudara berada di titik kejayaan, stakeholder akan berduyun-duyun membantu saudara-saudaraku. Untuk itu Jayalah KP3SK bersama WBU Solution Centre’,” ucap WBU yang menutup sosialisasinya dengan sesi dengar pendapat dipimpin Direktur WBU Solution Centre Ir Cholil, Msi juga didampingi tim WBU SC Acep, Nensyah, Agus. (rs.djafar)