PALEMBANG,HS – Momentum Bulan Suci Ramadan kerap kali dimanfaatkan oleh para pengemis dan Anak Jalanan (Anjal) untuk menyerbu kota Palembang, Rabu (25/3/2020).

Mengantisipasi masuknya para pengemis dan anjal jelang sebulan lagi bulan puasa, Dinas Sosial (Dinsos) Sumsel akan melakukan antisipasi dan melakukan razia menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sumsel, Mirwansyah mengatakan akhir-akhir para pengemis, anjal, manusia gerobak hingga anak punk mulai terlihat wara-wiri di sejumlah jalan di kota pempek. Maka itu pihaknya telah bekerjasama dengan dinsos Palembang untuk melakukan razia.

“Kita amati setiap tahun polanya sama mereka datang semakin ramai saat momen ramadhan. Mereka manfaatkan bulan suci ramadhan untuk mencari uang sebanyak-banyaknya,” ujarnya.

Menurutnya, setiap tahun ada sekitar ratusan anjal dan pengemis yang menyerbu Palembang. Para pengemis dadakan ini bukan warga asli Palembang, melainkan warga dari kabupaten/kota di Sumsel seperti Banyuasin, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir dan Musi Banyuasin.

Apabila nantinya para pengemis dan anjal ini kedapatan di dalam razia, maka merekan diwawancarai asal usulnya. Apabila masih memiliki keluarga maka Dinsos Sumsel akan meminta pihak keluarga untuk menjemputnya.

Bagi yang tidak memiliki keluarga maka mereka akan di bina dan letakkan di panti asuhan di wilayah Palembang atau di Indralaya Ogan Ilir.

“Biasanya mereka ngemis ini agak sedikit memaksa, maka itu akan kita tertibkan. Kami tidak ingin kekhusukan masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa terganggu oleh mereka,” tegas Mirwansyah.

Ia mengimbau, kepada masyarakat jangan memberikan uang kepada masyarakat dan anjal dadakan pada bulan ramadhan nanti. Jika ingin bersedekah sebaiknya masyarakat menyalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

“Kan sudah ada lembaganya Baznas, jadi masyarakat lebih baik sedekah ke sana lebih tepat sasaran dan akan disalurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan,” katanya.