Warga Desa Pulau Pangung Enim, Muaraenim terpaksa menggunakan perahu karena jembatan gantung yang ada telah putus.

Warga Desa Pulau Pangung Enim, Muaraenim terpaksa menggunakan perahu karena jembatan gantung yang ada telah putus.

MUARAENIM, HS –  Akibat putusnya jembatan gantung di Desa Pulau Pangung Enim, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muaraenim yang dihantam banjir beberapa hari lalu, warga sekitar terpaksa menggunakan perahu untuk menyeberang ke areal perkebunan mereka.

Salah satu warga Desa Pulau Pangung, Cik Ni Din (68) mengungkapkan, jembatan ini merupakan salah satu akses jembatan utama bagi warga untuk menyebrang menuju perkebunan dan sawah. Kalau kondisi jembatan ini tidak kunjung diperbaiki, maka warga akan lama kesulitan untuk menuju perkebunan warga.

“Akses jembatan putus ini, jelas membuat warga kesusahan menuju kebun dan sawah. Untung ada perahu desa yang disiapkan Kades untuk warga menyebrang menuju perkebunan,” katanya, Selasa (22/11) .

Dikatakan pula, adanya inisiatif dari kades ini, maka setiap warga bisa terbantu untuk menyeberang menuju ke perkebunan warga. Dalam sehari, perahu yang menyeberangkan warga kurang lebih sekitar 160 kali bolak balik mengantar warga pergi dan pulang dari kebun dan sawah.

Menurutnya, muatan perahu ini pun hanya bisa paling banyak 7 orang, itu pun jika air tidak pasang.

Jika air pasang perahu ini hanya bisa mengangkut 4 orang. Ada juga warga yang masih muda, masih memanfaatkan jembatan gantung yang rusak ini dengan cara bergelantungan di jembatan.

Meski berbahaya, tetapi tetap nekad menggunakan jembatan gantung.

Selain itu, Kepala Desa Syafri mengatakan, akibat putusnya jembatam gantung ini membuat warga kesulitan untuk menuju kebun dan sawah. Untuk itu, pihaknya menyiapkan perahu dan dibeli untuk kebutuhan warga menyeberang Sungai Snim.

“Kita berharap selama menunggu jembatan diperbaiki, maka perahu ini bisa dimanfaatkan,” jelas Syafri.

Sejauh ini, kata Syafri, pihaknya sangat mengedepankan kepentingan masyarakat.

Apalagi, terkait masyarakat untuk mencari nafkah. Jika tidak berkebunan dan bersawah, maka masyarakat akan kesulitan sekali.

Maka dari itu ia, berisnisiatif untuk menyediakan perahu untuk warga menyebrang menuju kebun.

“ Meski kurang maksimal, setidaknya bisa membantu masyarakat,” ungkapnya. (EDW)