PALEMBANG,HS – Aicon baru kota Palembang, jembatan Musi lV yang telah menghabiskan uang rakyat sebesar sebesar Rp 553,57 miliar. Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Luky Alfirman, mengatakan bahwa proyek itu merupakan kerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Jembatan Musi IV itu dibiayai melalui investasi masyarakat di instrumen pembiayaan sukuk negara. Ini adalah infrastruktur yang dibiayai oleh uang rakyat, uang kita bersama sehingga harus dimanfaatkan dan dirawat bersama dengan sebaik-baiknya,” kata Luky dalam keterangan tertulisnya, Selasa (8/10/2019).

Dalam penandatanganan prasasti penanda aset dan closing pembiayaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Proyek Jembatan Musi IV di Kota Palembang, Luky mengklaim, jika Jembatan Musi IV sudah dirasakan manfaatnya sejak beberapa bulan lalu oleh warga Palembang.

Menurutnya, perencanaan pembangunan Jembatan Musi IV telah dilakukan sejak 2010. Namun, kata dia, karena keterbatasan anggaran, konstruksinya baru dilaksanakan pada 2015 hingga 2018 menggunakan dana APBN dari SBSN dengan total dana Rp 553,57 miliar.

Ia menjelaskan, pembangunan jembatan ini dirasakan warga di sekitar Pasar Kuto dan Seberang Ulu (SU), Kota Palembamg. Menurutnya, apalagi selama ini warga dari Kuto ke Ulu harus melintas di Jembatan Ampera.

Jembatan Musi IV, menurut dia, merupakan jembatan dengan tipe extradozed (perpaduan kabel dengan gelagar kotak atau box girder) dengan panjang 1.130 meter dan lebar 12 meter yang bertujuan mengurangi beban lalu lintas Jembatan Ampera dan meningkatkan konektivitas di Kota Palembang.

Ia pun menambahkan, jembatan yang menghubungkan kawasan Ulu dan Ilir, Kota Palembang ini juga memiliki daya tahan hingga 100 tahun dan lebih tahan gempa. Dia menyebut, panjang jembatan lebih dari 1.300 meter dan telah menelan dana sekitar Rp 553 miliar selama pembangunan 4 tahun terakhir.

“Pembangunan Jembatan Musi IV ini diharap dapat mempermudah akses transportasi masyarakat Palembang dalam beraktifitas serta sebagai bentuk pengelolaan APBN yang baik dan tepat untuk membangun infrastruktur Indonesia,” tutupnya