PALEMBANG,HS – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo
Membagikan 6000 sertifikat tanah kepada masyarakat Bertempat di Perhelatan Benteng Kuto Besak (BKB), Jum’at (13/7).

Dengan adanya sertifikat tanah, Presiden Jokowi berharap agar permasalahan sengketa lahan di Indonesia tidak lagi terjadi. Masyarakat juga memiliki kekuatan secara hukum karena memegang bukti kepemilikan sah.

“Sengketa lahan selama ini terjadi karena rakyat tidak pegang surat tanda hak tanah. Dan hari ini bapak ibu sudah pegang sertifikat. Semoga kedepan tidak ada sengketa lahan karena seluruhnya sudah pegang sertifikat,” ujar Jokowi saat pembagian sertifikat.

Dia mengatakan, masyarakat yang sudah memegang sertifikat lahan, Jokowi tidak melarang jika ingin disekolahkan, sebagai agunan, jaminan pinjaman modal ke Bank.Tapi, presiden meminta kepada semua masyarakat untuk dapat mengkalkulasikan terlebih dahulu agar tidak terjerat bunga bank.

“Saya tidak melarang kalau sertipikat ini nantinya mau disekolahkan atau diagunkan buat modal usaha atau pinjaman modal. Tapi dikalkulasi dulu cicilan tiap bulannya, harus sanggup bayar. Jangan untuk beli mobil, nanti cuma bisa dipakai selama 6 bulan. Setelah itu mobilnya ditarik dan sertifikatnya hilang, ini tidak boleh,” jelasnya