Honda Motor akan mengurangi jumlah jaringan penjualan (rekanan) di Jepang, dari yang sebelumnya lima menjadi dua. Ini berangsur dilakukan sampai 2018

TOKYO, HS – Produsen sepeda motor asal Jepang, Honda dan Kawasaki, menyatakan bakal mereorganisasi jaringan penjualan (diler rekanan) domestik mereka, dalam upaya untuk menyesuaikan dengan perimintaan motor yang kendur.

Mengutip Nikkei, Selasa (7/2/2017) Honda Motor akan mengurangi jumlah jaringan penjualan (rekanan) di Jepang, dari yang sebelumnya lima menjadi dua, ini berangsur dilakukan sampai 2018. Demikian pula, Kawasaki Heavy Industries, yang mengkhususkan diri pada segmen kendaraan roda dua menengah dan besar, berencana untuk menghemat dengan hanya memiliki dua saja, sampai tahun fiskal 2020.

Pasar sepeda motor di Jepang telah menyusut setelah mencapai puncaknya pada 1982.

“Terkait prospek pasar dalam negeri, pertumbuhan sampai saat ini masih belum tampak, kecuali jika ada inovasi teknologi yang besar,” tutur Chiaki Kato, Presiden Honda, anak perusahaan Honda Motor Jepang.

Di bawah struktur ritel baru, Honda akan menjual produk di segmen menengah dan besar di diler Honda Dream dan motor bermesin di bawah 250cc di Honda Commuter. Jumlah outlet Honda diperkirakan akan mencapai 5.500 di April 2018.

Pada 2016 lalu, Honda terjual sekitar 28.000 sepeda motor di pasar domestiknya. Perusahaan berencana untuk meluncurkan sekitar 50 model baru tahun ini. “Kami bertujuan untuk meningkatkan 25 persen volume penjualan di 2017, dibanding tahun 2016,” ujar Kato.

Belajar dari keberhasilan saingan pesaingnya dari luar negeri, Harley-Davidson, BMW dan Triumph, Kawasaki membuka diler butik pertamanya di Prefektur Osaka pada bulan Desember 2016, di mana mereka ingin membangun citra merek baru, melalui kerja sama dengan pembuat pakaian.

Produsen motor Amerika dan Eropa punya performa baik di Jepang, salah satunya karena mereka dianggap memiliki diler yang besar, dengan desain dan tampilan yang “keren”. (KOM)