PALEMBANG,HS – Kabut asap atas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumsel, kembali menyelimuti Kota Palembang pagi ini. Bahkan warga merasakan sesak nafas hingga mata perih akibat kabut asap tersebut

Pantauan kabut asap pekat sudah menyelimuti Palembang pagi ini, kabut asap kian pekat dan jarak pandang tidak lebih dari 100 meter. Pekatnya kabut asap terlihat saat mata memandang dari bundaran air mancur ke arah stasiun dan Jembatan Ampera. Di mana kedua icon Kota Pampek itu kini tidak lagi terlihat.

Rini (24) Salah satu warga Gandud mengaku terkejut dengan kembalinya kabut asap yang cukup tebal dengan jarak pandang terbatas mengepung Kota Palembang, meski sempat clear karena ada hujan deras beberapa waktu lalu.

Menurutnya, kabut asap disertai bau menyengat yang kembali terjadi di Palembang berdampak dengan jarak pandang dan sangat berbahaya bagi pernafasan, juga membuat mata perih.

Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah terutama kebijakan untuk anak sekolah saat kabut tebal.

“Kaget aja, saya kira kabut asap sudah tidak ada lagi karena sudah ada hujan, tapi ternyata kembali tebal, akibatnya sesak, batuk serta perih di bagian mata,” katanya

Sementera itu, perlu diketahui akibat kabut asap yang disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan tersebut, membuat kadar udara di Sumsel buruk terutama di Kota Palembang. Tempat terbanyak terjadi kebakaran hutan dan lahan adalah di Kabupaten Ogan Komering Ilir yang menyebabkan kabut asap dan dirasakan di Palembang.