PALEMBANG,HS – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Sumsel semakin menjadi Bahkan, saat ini kabut asap akibat karhutla sudah mulai nampak terlihat,

Kabut asap ini terjadi pada pagi hari dimana mulai nampak pada pukul 05.00 WIB sampai 07.00 WIB.

Saat dikonfirmasi Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Iriansyah mengakui hal ini. Menurutnya, kabut asap ini terjadi karena sisa asap kebakaran terperangkap akibay adanya perbedaan suhu di Wilayah Barat yang turun hujan sehingga kabut asap turun bersama embun dan  seiring matahari siang embunya menghilang juga asap yang turun bersama embun ikut menipis.

“Karena itu kabut asap hanya nampak pagi hari,” ujar iriansyah

Saat ini kondisi Karhutla masih terjadi di Sumsel khususnya di bagian Timur Sumsel. Sedangkan, di wilayah Barat Sumsel sudah turun hujan dimana intensitasnya cukup lebat.

Untuk wilayah Timur yang terjadi Karhutla meliputi Ogan Ilir seperti di Pemulutan, Pemulutan Barat, Inderalaya Utara, Tanjung Batu) Ogan Komering Ilir (OKI) seperti di Tanjung Lubuk, dan di Muara Enim seperti di Muara Belida.

“Saat ini dibeberapa titik tersebut sedang diupayakan pemadaman baik tim darat gabungan dari TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, perusahaan dan masyarakat serta melakukan pemadaman  udara water bombing,” pungkasnya

Sementara itu, Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengatakan kabut asap yang terjadi di Sumsel bukan hanya disebabkan karhutla tetapi juga pembakaran akibat beberapa produksi genteng.

“Itu seharusnya dilarang tapi tetap saja mereka melakukan pembakaran. Tentu ini juga menjadi penyebab kabut asap,” katanya.

Sejauh ini, pihaknya sudah lama mengeluarkan himbauan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk bersiaga. Namun,  memang saat ini Dinkes belum turun.

“Mungkin Dinkes belum turun saat ini karena masih dapat dicegah kabut asapnya,” tegasnya (MDN)