PALEMBANG,HS – Sebanyak 9 nama bakal calon Ketua Perwakilan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Selatan bakal “bersaing” memperebutkan kursi Ketua PWNU Sumsel untuk periode 2020-2025 mendatang pada rapat kerja wilayah PWNU Sumsel 18-19 Januari 2020 di OKI.

Ketua Pelaksana Rapat Kerja Wilayah PWNU Sumsel, Alfian Toni mengatakan, sesuai AD/ART masa pergantian kepengurusan telah berakhir maka akan dilaksanakan rakewil guna memilih ketua PWNU Sumsel periode lima tahun kedepan.

Dalam rakerwil tersebut juga akan dibahas evaluasi kepemimpinan dan kepengurusan PWNU Sumsel periode sebelumnya. Di rakerwil juga akan program kerja NU sebelumnya dan yang akan datang baik dalam konteks kebangsaan dan keumatan.

“Kami panitia pelaksana berharap pelaksanaan rakerwil berjalan baik agar hasilnya maksimal. Siapapun yang terpilih diharapkan dapat membawa PWNU Sumsel lebih baik kedepannya,” kata Alfian dalam keterangan pers di kantor PWNU Sumsel kawasan Sekip Palembang, Kamis (16/1).

Dia mengatakan sejauh ini ada 9 kandidat yang diprediksi bakal mencalonkan diri. Ke 9 nya yaitu Dr. KH. Ahmad Mansyur dari Lubuklinggau, KH. Syamsudin dari OKI, Hernoe Roesprijajdi sekwil PWNU, Cak Amir stafsus gubernur, Dr. KH. Rosidin Hasan kadis Sosial Provinsi Sumsel, KH. Muarif dari OKU, Kyai Heri Candra (incumbent), Gus Syarif Mudarris, Kyai Dr. Badarudin.

“Kemungkinan nama-nama ini bisa bertambah dan bisa juga berkurang,” katanya.

Sebelum melaksanakan Rakerwil di salah satu pesantren di OKI, PWNU Sumsel juga akan menggelar acara bedah buku 1 abad NU di kantor PWNU Sumsel, Jumat (17/1) malam. Dalam kesempatan tersebut seluruh kandidat calon ketua PWNU Sumsel akan menyampaikan gagasannya dan visi misinya.

Lebih lanjut dalam mekanisme pemilihan ketua PWNU Sumsel masing-masing pengurus cabang NU kabupaten/kota akan mengusulkan nama calon. Calon dengan suara terbanyak lah yang akan menjadi ketua PWNU Sumsel.

Sementara itu sejumlah pengurus besar NU juga akan hadir dalam rangkaian rakerwil PWNU Sumsel diantaranya Ketua PBNU Said Aqil Siroj, Menteri Desa dan daerah tertinggal serta sejumlah nama lainnya.