IST

PALEMBANG, HS – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Selatan meminta agar setiap Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan, terutama Lapas dan Rutan, memiliki suatu produk unggulan yang dibuat para Warga Binaan Pemasyarakatan.

“Sesuai dengan pesan Ibu Dirjen (Sri Puguh Budi Utami) bahwa Sumsel ini juga butuh aktualisasi kegiatan lapangan,” kata Giri Purbadi, Bc. IP., SH., Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Sumsel, pada acara Safari Ramadhan 1439 H di Lapas Klas IIA Lahat, kemarin.

Turut hadir Kabid Kemaanan Kesehatan Perawatan Basan dan Baran, Sugito dan Kabid Bimpas, Reg Infokom, Syafar Pudji Rochmadi, BcIP SH MH berserta rombongan.

Kemudian hadir pula Kalapas Lahat, Ridar Sutaryanto BC IP SH; Kabapas Lahat,Yekti Apriyanti A.Md.IP., S.Pd., M.Si; Kalapas Muaraenim, Rudik Erminanto dan Karutan Tebing Tinggi, Yudi Khairudin serta Karutan Pagaralam, Elheryanto SH.

Dalam kesempatan acara buka bersama dan shalat magrib berjamaah itu, Kadivpas menekankan ada tiga hal yang mesti dilakukan setiap unit sistem pemasyarakatan.

Pertama, yakni setiap Lapas dan Rutan harus bersih dari pungutan liar dan peredaran narkoba serta barang terlarang lainnya.

Kedua, dengan adanya penerimaan CPNS besar-besaran, diharuskan keamanan dan ketertiban di Lapas atau Rutan mesti lebih baik lagi. Jangan sampai ada lagi kasus napi kabur ataupun kerusuhan dari WBP.

Terakhir, Lapas maupun Rutan harus mencerminkan lembaga produktif. Mnimal ada satu saja produk unggulan dari masing-masing lapas dengan ciri khasnya tersendiri. “Syukur-syukur bisa memiliki daya saing di pasaran,” jelasnya.

Untuk mengaktualisasikan hal tersebut sebenarnya tidak terlalu sulit, sebab melihat barang-barang kebutuhan pokok masyarakat juga banyak. Artinya WBP bisa diberdayakan atau dibina untuk membuat salah satunya, seperti produksi tempe, roti, pembesih lantai, sabun cuci.

Ataupun dalam kerajinan mulai dari pembuatan peci, sajadah, kerudung, atau bisa juga buat pigura (bingkai poto). Terpenting bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan pasar dan sifatnya memanfaatkan keunggulan dari sumber daya daerah tersebut.

“Jadi jangan hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan menghabiskan waktu saja, tapi kita juga harus berbuat (menghasilkan) sesuatu barang yang produktif,” jelas mantan Kadivpas Kanwil Kemenkumham Jatim.

Sementara terkait adanya pembangunan dua Bapas baru di Sumsel, Kadiv Pas berharap dengan semakin banyaknya unit kerja yang ada di tiap daerah, diharapkan Sumsel memiliki daya saing dengan Bapas-Bapas lain, tentunya dalam hal pelayanan dan pembinaan pemasyarakatan.

Sebab menurutnya Sumsel sendiri merupakan provinsi yang cukup besar dan punya semangat juang yang diwariskan dari Kerajaan Sriwijaya.

“Jadi saya berharap anak-anak Sriwijaya ini benar-benar punya kemampuan yang cukup untuk menghentak. Kita bisa kok berbuat baik, kenapa tidak. Kesempatan tersebut harus dijadikan motivasi untuk berbuat sesuatu yang membanggakan,” tegasnya. REL