img-20161006-wa0006

kapolda Sumsel Irjen Pol. Joko Prastowo, usai rapat evaluasi penanganan karhutla 2016 di ballroom Hotel Aston, Kamis (6/10).

PALEMBANG, HS – Kapolda Sumatera Selatan akan Menindak tegas pelaku kebakaran Hutan dan lahan di siapa pun orangnya walaupun orang itu pengusaha besar.

Serta kapolda akan menerapkan hukuman tajam ke atas dan tumpul ke bawah. Artinya para pelaku pembakaran tidak serta merta langsung dipenjara, melainkan dilihat tingkat pelanggaran dan status soial pelakunya.

“Kalau pelakunya perusahaan dan dia bakar lahan dalam jumlah besar atau luas, tentu akan kita tindak tegas. Tapi kalau hanya petani yang terpaksa karena ingin cari makan, cukup dibina saja.”tegas kapolda Sumsel Irjen Pol. Joko Prastowo, usai rapat evaluasi penanganan karhutla 2016 di ballroom Hotel Aston, Kamis (6/10).

Dia juga menambahkan. catatan Polda Sumsel sepanjang tahun 2016, total ada 7 hektar lahan yang terbakar di 10 titik di berbagai daerah seperti Ogan Komering Ilir (OKI), Banyuasin dan Musi Banyuasin (Muba).
Serta Luas lahan yang terbakar tahun ini pun, menurut Irjen Joko, jauh berkurang dibanding luas lahan yang terbakar tahun lalu di mana mencapai hingga 3700 hektar.

“Untuk tahun ini menurun sangat jauh, kita hanya kecolongan 7 hektar lahan. Itu pun pelakunya hanya perorangan, yaitu petani yang terpaksa bakar lahan karena untuk cari uang saja,” kata dia

Dia juga mengatakan. Saya sangat bersyukur, sepanjang tahun 2016 belum ditemukan indikasi keterlibatan perusahaan besar yang mengepulkan kabut asap, sehingga kebakaran lahan dalam skala kecil bisa segera ditanggulangi dan tidak terlalu menguras tenaga seperti tahun lalu.saya harapkan, dengan perlakuan hukum ini akan memberikan efek jera bagi para pembakar lahan.

“Perusahaan langsung kita tindak tegas. Untuk petani juga kalau sudah dibina tapi belum jera, maka perlu ditindak tegas juga,” tandasnya.”tutupnya.(MDN)