Kapolda Sumsel, Agung Budi Marwoto

PALEMBANG, HS – Menyikapi peristiwa penembakan terhadap mobil satu keluarga yang hendak berangkat menuju hajatan oleh anggota Polantas di Lubuklinggau dalam sebuah razia kendaraan bermotor pada Selasa (18/4), Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Agung Budi Maryoto menegaskan pihaknya segera membentuk tim untuk melakukan penyelidikan.

Kapolda berjanji pengusutan kasus ini akan berlangsung sesuai ketentuan yang berlaku. Kapolda menyatakan tim akan bertindak independen dan akan memberikan sanksi pada anggota yang bersalah dan bertindak di luar prosedur yang telah ditetapkan.

“Tim dari Polda Sumsel sudah diturunkan untuk proses penyelidikan di TKP,” tegasnya, Rabu (19/4).

 

 

Peristiwa ini bermula dari razia, kendaraan yang digelar oleh Polres Lubuklingau di Jalan Lingkar Selatan. Pada saat itu ketika distop, kendaraan Honda City bernopol BG 1488 ON yang ditumpangi sopir bernama Diki (30), Surini (54), Dewi (35), Indra 33), Novianti dan seorang balita berinsial G, tidak mau berhenti.

Bahkan hampir menabrak tiga polisi, terus dikejar, dan hampir menabrak masyarakat, lalu diberikan tembakan peringatan.

Agung mengatakan, ada prosedur standar operasi dalam menghadapi pengemudi kendaraan yang menolak berhenti saat digelar razia kendaraan.

“Tentu SOP-nya dimulai dengan stop menggunakan tangan. Apabila membahayakan petugas seperti akan menabrak petugas, didahului dengan tembakan peringatan ke udara sebanyak tiga kali,” katanya.

Agung Budi juga menyampaikan rasa berbelasungkawa terhadap musibah yang menimpa keluarga korban.

“Saya sampaikan dukacita kepada keluarga korban,” ujarnya. (RHS)