PALEMBANG,HS – Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara melepas 1.154 personil Bawah Kendali Operasi (BKO) guna mengamankan Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di wilayah Sumatera Selatan.  Pelepasan personil kepolisian itu bertempat di halaman Mapolda Sumsel, Minggu (14/4).

Zulkarnain berpesan untuk jajarannya agar dapat mewaspadai keributan dilapangan yang berakibat konflik antar pendukung yang berpotensi menimbulkan tindakan anarkis.

“Beberapa kerawanan yang perlu mendapat perhatian kita pada tahapan ini antara lain adalah terjadinya konflik antara pendukung capres, parpol peserta pemilu dan caleg, money politic, penyebaran hoax, isu sara.”

“Atau unjuk rasa dengan mengerahkan massa yang berpotensi mengarah anarkhis yang bertujuan menolak hasil pemungutan suara, penculikan petugas pelaksana pemungutan suara, intimidasi kepada pemilih manipulasi suara atau penggelembungan suara dan beberapa kerawanan konvensional lainnya akan mempengaruhi hasil pemilu,” ujarnya.

Kerawanan keamanan dalam pemilu inilah yang harus diantisipasi dengan baik. Untuk itu Zulkarnain meminta kepada jajarannya, agar mempertajam deteksi dini potensi-potensi gangguan kamtibmas.

“Saya sudah perintahkan kepada seluruh petugas pengamanan untuk mempertajam deteksi dini terhadap setiap perkembangan situasi yang berpotensi mengarah menjadi gangguan kamtibmas dan lakukan tindakan tegas kepada setiap pelaku dari kelompok manapun yang melanggar hukum,” jelasnya.

Adapun, terhitung mulai hari ini pihak kepolisian harus segera berkordinasi dengan TNI, KPU, dan petugas ditingkat kecamatan dan petugas logistik.

“Langsung berkordinasi dengan petugas, material logostik yang hari ini sdh di PPK atau di kecamatan.Kalian kawal berama TNI yang di TPS. Pastikan logistik sudah di tps masing-masing. Kemaren KPU dan Bawaslu melakukan pengecekan di wilayah perairan dan semua sudah lengkap,” ungkapnya.

“Para personil juga harus segera berkordinasi dengan toko masyarakat, berkenalan dengan warga. Ceritakan kalian datang untuk melayani,” tutupnya