Kapolsek Lawang Kidul, AKP Yosef Rizal SH

MUARAENIM, HS — Asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merupakan monster yang merusak kehidupan baik itu ekosistem maupun bagi masyarakat di sekitarnya. Untuk itu masyarakat dihimbau untuk tidak melakukan pembakaran hutan pada saat membuka lahan untuk perkebunan dan sebagainya.

Demikian disampaikan oleh Kapolsek Lawang Kidul, AKP Yosef Rizal, SH. Menurutnya, kebakaran hutan dan lahan adalah pernasalahan nasional.

“Oleh karena itu, semua pihak harus bekerja sama agar jangan sampai ada kebakaran hutan dan lahan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di wilayah Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muaraenim,” tegas Kapolsek, Senin (5/9)

Diakui Kapolsek, keberadaan hutan yang ada hanya terdapat di tiga desa yaitu Desa Darmo, Desa Tegalrejo, dan Desa Lingga.

Mengenai titik panas atau hot spot di Tanjung Enim yang terpantau cukup banyak seperti di PLTU dan area tambang stockpile.

“Untuk tempat di pemukiman penduduk masyarakat,  kita berusaha untuk mengingatkan masyarakat turun langsung ke lapangan melalui kecamatan,  Kades, Lurah, RW,RT dan pihak perusahan mensosialisasikan dan memasang sepanduk larangan termasuk sanksi hukuman kalau ada yang melakukan pembakaran hutan atau membuka lahan dengan cara membakar,” ujar Kapolsek. (EDW)