Pabrik PTPN VII Cinta Manis terlihat sepi lantaran karyawan mogok. Ribuan ton tebu dibiarkan di depan pabrik. (foto : Junaedi)

Pabrik PTPN VII Cinta Manis terlihat sepi lantaran karyawan mogok. Ribuan ton tebu dibiarkan di depan pabrik. (foto : Junaedi)

OI, HS – Aksi mogok ratusan karyawan PTPN VII Cinta Manis, Kabupaten Ogan Ilir berimbas pada terhentinya aktivitas penggilingan tebu sejak sejak dua hari terakhir ini.

Aksi mogok tersebut dipicu belum dibayarnya hak-hak karyawan, mulai dari gaji, bonus hingga adanya pengurangan penghasilan.

Akibat terhentinya penggilingan tebu tersebut, dipastikan PTPN VII Cinta Manis mengalami kerugian hingga milyaran rupiah. Bahkan karyawan tetap mengancam, aksi tersebut akan terus dilakukan hingga tuntutannya dikabulkan.

Ketua SERBUK PTPN VII Cinta Manis, Umar didamping Ketua DPC SERBUK, Firdaus, Jumat (14/10), mengatakan, seluruh karyawan produksi melakukan aksi mogok sebagai buntut belum diberikannya hak-hak karyawan.

“Ya, kita sejak hari Kamis (13/10), mogok kerja. Produksi saat ini terhenti,” ungkapnya.

Umar menambahkan, dirinya bersama seluruh karyawan tidak akan bekerja sampai tuntutan tersebut dipenuhi oleh managemen PTPN VII Cinta Manis.

“Sebelum dipenuhi, kami tidak akan bekerja, produksi tutup. Kalau mau giling tebu sendiri silahkan. Tiga tuntutan itu, gaji jangan terlambat, keluarkan segera bonus tahun 2015 dan jangan ada pengurangan uang lembur,” bebernya.

Umar merasa aneh, poduksi penggilingan tebu sejak musim giling tidak ada kendala, namun keuangan tidak ada. “Inikan aneh, produksi jalan terus, hak karyawan terhambat. Sebelum dibayar, kami akan terus mogok,” ucapnya disambut karyawan lainnya.

Sementara itu, Asisten Umum dan SDM, PTPN VII Cinta Manis, Karisman mengatakan, pihaknya sudah melakukan langkah-langkah sebagai upaya agar karyawan kembali bekerja.

“Kita lakukan pendekatan secara personal dan organisasi. Tapi tetap belum bisa dan karyawan menuntut haknya,” ungkapnya.

Akibat terhentinya aktifitas penggilingan tebu, sambung Karisman, Cinta Manis mengalami kerugian sebesar Rp 2 M- Rp4,2 M perhari dan produksi tidak akan mencapai target.

“Periode musim giling yakni Mei hingga pertengahan November. Akibat aksi mogok, dipastikan target 61 ribu ton tidak akan tercapai. Perhari tidak giling kita bisa rugi Rp 2 Miliar lebih,” bebernya.

Ia menambahkan, manajemen Cinta Manis sudah melakukan koordinasi dengan direksi yang berada di Lampung, namun belum ada jawaban.

“Kita sudah sampaikan ke direksi. Saya himbau kepada karyawan, mari sama-sama kita bekerja lagi, sambil menunggu proses yang saat ini sedang dilakukan. Komoditas yang dihasilkan yakni karet saat ini anjlok, sedangkan tebu komuditas terbesar,” pungkasnya. (EL)