????????????????????????????????????

Karyawan PTPN VII Cinta Manis melakukan aksi mogok kerja. Beberapa tulisan sengaja ditempelkan tidak jauh dari kantor manajemen Cinta Manis

INDRALAYA,HS– Sekitar 100 karyawan PTPN VII Cinta Manis, Ogan Ilir yang tergabung dalam Serikat Pekerja Perkebunan (Serbuk), PTPN VII Cinta Manis, menggelar aksi mogok kerja di halaman Kantor PTPN VII Cinta Manis, Kamis (13/10).

Aksi tersebut untuk menuntut managemen PTPN Cinta Manis segera membayarkan hak karyawan mulai dari gaji, bonus serta meminta managemen tidak mengurangi upah lembur.

Jika tidak dipenuhi, karyawan mengancam akan melakukan aksi mogok kerja massal diseluruh divisi dan dipastikan operasional pabrik gula PTPN VII Cinta Manis terancam lumpuh.

Ketua SERBUK PTPN VII Cinta Manis, Umar didamping Ketua DPC SERBUK, Firdaus mengatakan pihaknya menuntut keterlambatan gaji dan belum dibayarnyan bonus sejak tahun 2015 lalu.

Selain itu, lanjut Umar, adanya surat keputusan direksi yang tidak sesuai dengan kontrak kerja yang isinya tidak ada pemotongan-pemotongan hak karyawan.

“Kenyataannya, banyak pengurangan hak-hak karyawan. Ini sangat merugikan dan pengurangan itu dilakukan secara sepihak, tanpa melibatkan karyawan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pihaknya bersama karyawan akan melakukan aksi mogok hingga tuntutannya dikabulkan pihak managemen. “Kita ada pertemuan, tapi belum ada solusi harus keputusan direksi dari Lampung. Ada 600 karyawan yang dirugikan, sangat berdampak pada pendapatan,” tuturnya.

Sementara itu, Asisten Kepala SDM dan Umum, Abdul Hamid mengatakan, terkait tuntutan gaji yang terlambat pihaknya hingga saat ini terus melakukan upaya agar hak karyawan terpenuhi.

Abdul Hamid menjelaskan, ada beberapa permasalahan terkait keterlambatan hak-hak karyawan dimana dari empat komuditi tebu, kelapa sawit, karet dan cengkeh, harga karet turun jauh yang diharapkan.

“Harga saat ini sangat anjlok dan sangat mempengaruhi pendapatan. Produksi yang diharapkan baik, jauh berbanding terbalik,” ytuturnya.

Terkait masalah bonus, lanjut Abdul Hamid, bonus akan diberikan kepada karyawan jika perusahaan memiliki keuntungan dari hasil produksi.

“Ini kita sedang upayakan memberikan bonus, tapi tidak saat ini mengingat kondisi keuangan. Sekali lagi akan terus kita upayakan. Untuk kontrak kerja juga kita upayakan tidak ada pengurangan dari pihak managemen. Dampak dari keuangan juga berimbas pada level pimpinan, bukan hanya buruh,” bebernya.

Dilokasi terpantau, aksi mogok tersebut berjalan damai meski terlihat beberapa karyawan emosi. Poster-poster sengaja dibentangkan bertuliskan “Kembalikan BPAS”, dan “Kami bisa jujur,  tulus, iklas tapi Kami tidak bisa sabar bila hak Kami tidak diberikan”

Aksi tersebut juga mendapat pengawalan pihak keamanan Polres OI baik berseragam maupun pakaian preman. (eL)