PALEMBANG,HS – Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel terus mendalami kasus dugaan pemerkosaan bidan di Ogan Ilir (OI), Sumsel. Hingga kini belum ada pengakuan korban apakah laporan tersebut palsu atau tidak.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan jika saat ini korban belum mengaku dan tetap pada laporannya yakni kasus pemerkosaan.

Menurutnya, Karena itu, pihaknya masih tetap menyelidiki kasus tersebut. Meskipun, hingga kini pihaknya belum menemukan alat bukti ilmiah.

“Dari hasil penyelidikan kami jika tidak ada bukti mengarah ke pemerkosaan,” katanya saat ditemui di Pemprov Sumsel, Selasa (12/3).

Seharusnya, ia menjelaskan jika memang korban diperkosaan maka akan meninggalkan bukti seperti bulu kemaluan dan lain sebagainya.
Apalagi, keterangan korban ada lima pelaku tentunya meninggalkan jejak. Namun, tidak juga ditemukan saat dilakukan olah TKP.

“Jadi kalaupun korban membantah, itulah hasil olah TKP tidak ada tanda pemerkosaan,” ujarnya..

Lanjutnya, Meskipun begitu, ia menambahkan akan tetap menyelidiki kasus ini meskipun tidak didukung alat bukti ilmiah. Korban sendiri melaporkan kasus tersebut dengan dugaan pemerkosaan.

“Pokoknya kami akan lanjutkan penyelidikannya,” singkatnya

Seperti diketahui, nahas yang dialami Bidan Y, 25, warga Kabupaten Ogan Ilir ini. Paalnya, Y menjadi korban pemerkosaan disertai perampokan saat berada di Poskesdes tempat dirinya bekerja.

Akibat kejadian tersebut, korban pun mengalami trauma serta beberapa barang berharganya pun dibawa oleh para pelaku