Kadisdik Kota Palembang H.Ahmad Zulinto, S.Pd.MM saat menyerahkan tumpeng kepada salah satu siswa SDN 155

PALEMBANG, HS – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 155 Palembang kini Kegiatan Belajar Mengajarnya (KBM)  aktif kembali setelah vakum sejak berdiri pada tahun 2003 oleh Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan. Sekolah yang berdiri di atas tanah milik Pemerintah Kota Palembang sempat vakum dikarenakan sedikitnya peserta didik yang mendaftar disetiap ajaran baru.

Kepala Disdik Kota Palembang H. Ahmad Zulinto, S.Pd.MM menceritakan, pembangunan dan pengaktifan kembali sekolah ini atas permintaan raider 200/Bhakti Negara. Dulunya, saat didirikan sekolah ini masih sedikit peserta didik yang mendaftar karena terletak di daerah yang sedang berkembang.

“Saat itu hanya ada tiga anak yang mendaftar, jadi dialihkan ke sekolah lain yang terdekat. Lalu pada 2010 baru kepengurusannya diserahkan ke Disdik Kota Palembang, namun belum juga ada siswa yang mendaftar,” terangnya seusai peresmian SDN 155 Palembang, Jum’at (10/02).

Lanjut Zulinto, pada 2014 gedung sekolah ini mulai direhab untuk difungsikan, karena belum ada siswanya jadi dijadikan kantor sementara unit pelaksana teknis daerah (UPTD) Kecamatan Gandus.

Selain itu, pihaknya juga berencana untuk membangun SMP negeri disekitaran SDN 155 ini.

“Kesimpulannya karena UPTD belum ada kantornya di gandus maka dipakailah gedung ini oleh UPTD untuk menjadi kantor. Dan 2016 akhir komandan batalyon infanteri raider 200/Bhakti Negara meminta sekolah kembali di buka karena banyak anak dari prajurit yang sekolah terlampau jauh dari asramanya,” tuturnya.

Hal senada diungkapkan oleh Komandan Batalyon infanteri raider 200/bhakti negara Mayor Inf Honi Havana, sebelumnya anak-anak ini tersebar di sekolah yang jauh di daerah talang kelapa, serong dan air itam. Dikatakannya, seluruh prajurit mendukung dan sepakat secara bersama-sama untuk memindahkan anaknya ke sekolah yang baru ini.

“Dengan adanya sekolah ini yang jelas bermanfaat bagi keluarga, karena tidak perlu mengantar dan menjemput anaknya di sekolahnya yang lama dengan jarak mencapai 12 km dari rumah/asrama. Dengan adanya sekolah ini operasional kesatuan kami akan meningkat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SDN 155 Palembang Abu Bakar menambahkan, pasca regrouping dan pengaktifannya kembali, operasional sekolah ini berjalan di dua lokasi yakni di gedung induk SDN 155 Palembang yang terletak di air itam dan gedung lama SDN 155 di gandus.

“Seluruh muridnya berjumlah 120 orang, dimana 98 diantaranya adalah anak dari prajurit raider 200/bhakti negara. Disini juga masih kekurangan guru yang seharusnya minimal ada 20 guru PNS maupun non-PNS, dan yang ada hanya 10 orang guru dimana lima orang PNS serta sisanya honorer,” pungkasnya (HSN)