PALEMBANG,HS  – Pemprov Sumsel menganggarkan dana hibah Rp 80 miliar untuk pembangunan Masjid Sriwijaya, Terkini progres pembangunan tersebut masuk dalam tahapan revisi kontrak agar sesuai target.

Hal tersebut diungkapkan, Marwah, ketua panitia pelaksana pembangunan Masjid Sriwijaya usai mengikuti Rapat Penjelasan Kemajuan Fisik Pembangunan di Ruang Rapat Setda, Senin (29/5)

“Progresnya bagus, namun ada beberapa hal yang perlu direvisi. Antara lain teknis kontraknya, supaya berjalan sesuai dengan peruntukannya,”jelas dia.

Adapun revisi nantinya, akui dia, tak akan merubah desain yang ada, semuanya (desain,red) masih berjalan konsep yang adsa.

Apalagi, sambung Marwah, tahun ini pemprov Sumsel mengganggarkan dana hibah Rp 80 miliar. Jumlah tersebut, digunakan untuk pemicu percepatan oembangunan Masjid Sriwijaya. Sebelumnya, tahun anggaran 2016 lalu telah dianggarkan Rp 50 miliar di APBD.

Total Rp 130 miliar yang dianggarkan dalam 2 tahun ini, masih jauh dari kata cukup guna membangun Masjid Sriwijaya.

“Kebutuhan dana untuk membangun Masjid Sriwijaya sebesar Rp 1,4 triliun,”tegas dia.

Mayoritas dana digunakan membangun masjidnya, lainnya digunakan untuk membangun sarana dan prasarana pendukungnya. Menurut Marwah, untuk membangun masjid saja diperkirakan menggunakan Rp 668 miliar.

Sisanya, lanjut dia memang total dana kebutuhan Rp 1,4 triliun, tapi selain membangun masjid, anggaran sebesar tersebut juga digunakan untuk membangun gedung serba guna, sekolah, taman, perpustakaan, bisnis center dan Islamic Center.

Mengenai, progres terkini terkait realisasi pembangunan, ia mengakui banyak yang sudah dikerjakan.

“Ada pondasi bangunan sudah beres, tinggal melakukan pembangunan fisik dinding yang belum.” ujarnya

Terkait, sisa penganggaran yang masih banyak kurangnya, Marwah mengakui, semua sedang berusaha, termasuk pak gubernur sedang melobi para donatur.

Sejauh ini, ada 3 negara Timur Tengah yang diklaim mau membantu pendanaan pembabgunan Masjid Sriwijaya. Ketiga negara tersebut, kata dia,Arab Saudi, Kuawit dan Iran.

Meski demikian, penyelesaiannya tetap dijadwal awal, sebelum pelaksanaan Asian Games, masjid termegah di Asia Tenggara tersebut akan usai.

“Selesainya di 2018, bersamaan dengan Asian Games,” kata dia

Sementara itu, Gubernur Sumsel, Alex Noerdin mengakui pembangunan masjid Sriwijaya ini mengalami banyak  kendala. Lahan ditanami pisang dan warga yang tinggi disana demo. Tapi semua sudah selesai. Tapi kendala paling berat adalah dana.

”Setengah mati kami cari dana untuk pembangunan masjid ini,” jelasnya

Dikatakanya, dirinya sudah keliling mencari dana, namun dana tersebut belum keluar. Untuk tahap awal, sudah ada, tapi untuk tahap selanjutnya masih di cari. Sedangkan untuk menggunakan APBD terlalu.(MDN)