Foto (Ist)

PALEMBANG,HS – Direktur Polair Polda Sumsel Kombes Pol Imam Thabroni menyebut kecelakaan tunggal yang menimpa Speedboat Awet Muda Senin (18/3/19) kemarin dikarenakan faktor kesalahan manusia atau human error. “Berdasarkan keterangan saksi saksi yang selamat mengatakan serang asli speedboat Muhammad ngantuk sehingga digantikan oleh serang cadangan sepertinya serang cadangan ini juga terlihat lelah sehingga pada saat speedboat dikemudikan nya terlihat oleng lalu lari kekanan sehingga menabrak pohon,”kata Imam Thabroni kepada wartawan Selasa (19/3).

Dikatakan Imam, pada saat kecelakaan speedboat Awet Muda membawa 18 penumpang termasuk serangnya, 7 orang dinyatakan meninggal dunia, 11 orang selamat.
“Kecelakaan speedboat terjadi padahal polisi bersama instansi terkait telah mensosialisasikan dan mengedukasi melalui razia razia terhadap pelaku usaha transportasi sungai. Namanya musibah tidak bisa kita hindari,”jelasnya.
Transportasi sungai khususnya speedboat memang menjadi sarana utama masyarakat pedalaman yang akan ke kota Palembang. “Secara teknis speedboat ini secara peraturan memang tidak layak dijadikan angkutan. Meski begitu Dishub dan pihak jasa raharja tetap memberikan santunan kepada korban,” tutupnya