PALEMBANG,HS – Peristiwa tenggelamnya kapal speedboat di perairan Sungai Musi Palembang, dekat Jembatan Ampera bermuatan penumpang, Rabu (30/5/2018), langsung mendapat respon cepat oleh PT Jasa Raharja Cabang Sumsel.

Kepala PT Jasa Raharja Cabang Sumsel, Taufik Adnan mengatakan, seluruh korban kapal ferry tersebut terjamin sesuai UU No 33 Tahun 1964.

“Kami telah berkoordinasi dengan Polisi Air Polresta Palembang maupun Polda Sumsel, dalam pembuatan laporan kejadian laka di perairan sungai musi, guna proses santunan kecelakaan untuk korban,” katanya, Rabu (30/5/2018).

Selain itu, jajaran petugas PT Jasa Raharja juga, telah memastikan korban yang selamat dan mengalami luka-luka,

untuk mendapatkan perawatan di Rumah sakit. Pihaknya juga tengah melengkapi data korban meninggal atas nama Sumali dan Sukatmi (suami- istri), maupun yang saat ini masih dinyatakan hilang.

“Tim sudah di TKP, dan menginventarisir korban. Proses santunan unuk korban yang dirawat saat ini sudah mendapatkan surat jaminan perawatan di rumah sakit,” ucapnya.

Taufik menambahkan, langkah cepat yang dilakukan ini atas kerjasama yang baik antara Pol Airud Polda Sumsel,

Dinas Perhubungan, Jasa Raharja Cabang Sumatera Selatan, dan operator kapal yang selalu membayar Iuran wajib bagi alat angkutan penumpang umum.

“Berkat pembayaran iuran wajib itu, kami dapat melakukan tugas dan fungsinya kepada korban laka tersebut guna membantu meringankan beban masyarakat yang menjadi korban Speedboat tersebut,” tandasnya.

Sebelumnya, kecelakaan speedboat di perairan Sungai Musi Palembang dekat Jembatan Ampera menelan korban jiwa, Rabu (30/5/2018).

Pasangan suami istri, Sumali dan Sukatmi warga jalur 14 Muara Sugihan Banyuasin tewas dalam kejadian ini.

Sedangkan, dua penumpang lagi masih hilang di perairan Sungai Musi yakni H Abdul Hamid dan Hj Zubaidah.

“Nanti akan dibawa pulang ke kampung untuk dimakamkan,” ujar kerabat Sumali dan Sukatmi, Irwan saat ditemui di RS AK Gani Palembang.(Rill)