fdgPALEMBANG,HS – Masalah kekurangan guru di sekolah yang ada di provinsi Sumsel akan di kaji ulang oleh Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dengan cara melakukan pemetaan secara bertahap. Bukan hanya itu Disdik Provinsipun bakal melaporkan kekurangan guru tersebut ke BKD.

Kepala Disdik Provinsi Sumsel Drs. Widodo, M.Pd. mengatakan untuk masalah yang sekarang ini, khususnya kekurangan guru di tiap-tiap sekolah, memang masalah yang sangat serius. Setiap tahunnya kekurangan guru semakin bertambah.

“Oleh karena itu Disdik Provinsi Sumsel, berupaya lakukan pemetaan, baik sekolah yang kelebihan dan juga sekolah yang kekurangan, maupun yang mau pensiun,” katanya, saat dibincangi Haluan Sumatera di ruang kerjanya, Rabu (2/11).

Jika dalam pemetaan terdapat banyak guru kelebihan disekolah tersebut, Disdik pun akan segera meminta guru yang lebih untuk segera, mengisi kekosongan atau kekurangan di sekolah itu. “Lain halnya jika pendataan kekurangan guru itu, banyak diakibatkan adanya guru yang pensiun, kami akan segera melaporkan ke BKD agar diberikan pengajuan pengadaan guru jika sekolah tersebut kekurangan,” jelasnya.

Diakuinya salah satu cara mengatasi kekurangan guru ini, banyak sekolah mengambil tenaga honorer, namun untuk pengangkatan Honor Daerah (Honda) di kalangan guru, menurut aturan CPNS tidak ada lagi, karena Honda dilakukan sepanjang tahun 2005, kalau 2006 sampai ke atas tidak ada pengangkatan lagi,” ujarnya.

Berdasarkan data yang diterima, honda di Provinsi Sumsel kurang lebih ada 3.800 di tiap kabupaten kota, mulai dari SD sampai SMA. “Kita berharap kebijakan pemerintah pusat, bisa memihak keadaan guru sekarang, Jika pun ada kebijakan baru Disdik akan melakukan pembenahan,” pungkasnya(Hsn)