Puskesmas Abab

Puskesmas Abab.

PALI, HS – Pelayanan Puskesmas yang berujung pada ketidakpuasan dan kekecewaan warga terjadi Minggu (2/10), sekitar pukul 18:00 WIB di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)

Kejadian nyaris adu jotos tersebut diungkapkan Haris (45) warga Desa Karang Agung. Ia merasa kecewa terhadap pelayanan puskesmas yang terletak di Desa Betung, ibukota Kecamatan Abab, Kabupaten PALI.

Dimana pada saat itu ada dua warga Desa Karang Agung, Kecamatan Abab mengalami kecelakaan lalu lintas yang harus ditolong secara intensif karena lukanya cukup serius.

“Kami kecewa sekali, pegawai di Puskesmas tersebut sangat arogan. Ketika kami datang dan meminta rujukan untuk membawa korban kecelakaan lalu lintas ke rumah sakit, malah emosi dan menutup pintu dengan keras,” ujarnya menceritakan peristiwa yang terjadi pada Minggu (2/10), sekitar pukul 18:00 WIB.

Akibatnya, lanjut Haris dirinya dan warga lain yang membawa korban tersulut emosi dan nyaris adu jotos dengan oknum petugas puskesmas tersebut.

“Siapa orangnya yang tidak marah, ketika ada keluarganya sekarat, pas dibawa ke puskesmas dan meminta rujukan, malah tidak dilayani. Untung kejadian itu masih dapat dicegah dan kami mengalah untuk membawa korban ke rumah sakit tanpa rujukan. Namun, kami minta kepada pemerintah yang berwenang yang menangani ini, tolong kroscek puskesmas yang ada di Abab, tingkatkan pelayanannya agar kejadian serupa tidak terulang,” pintanya.

Sementara itu Kepala Puskemas Abab, Eni Hertina menyangkal kalau ada petugasnya bersikap arogan.

“Petugas kami selalu ada tiap malam, karena kita melayani masyarakat 24 jam serta Puskesmas kita juga telah dilengkapi Instalasi Gawat Darurat (IGD). Kami rasa kejadian adu mulut yang nyaris adu jotos itu karena salah paham, karena mungkin keluarga korban kecelakaan panik,” kilahnya.

Sama halnya diutarakan salah satu petugas Puskesmas yang enggan disebutkan namanya itu. Kepada awak media, dirinya membeberkan kejadian hari Minggu kemarin.

“Kejadian kemarin bukan nyaris pak, tapi terjadi pemukulan terhadap petugas puskesmas oleh warga yang memaksa meminjam alat ambulan. Bukan kami tidak melayani, tapi mereka yang datang langsung memaksa dan marah-marah,” ungkapnya, Senin (3/10). (MAN)