BANYUASIN, HS – Ir Wasista Bambang Utoyo (WBU) sepakat apabila keluarga tangguh, maka Negara Kesatuan Republik Indonesia akan kuat.

Hal itu disampaikan WBU saat ia menggelar sosialisasi empat pilar bertemakan ‘Pemahaman Mengenai Sistem Ketatanegaraan Indonesia dan Pelaksanaan Undang-Undang Dasar 1945’ di Muarasugihan, Kecamatan Tanjung Lago, Banyuasin, Kamis 17 Januari 2019. Adapun peserta sosialisasi ini terdiri dari tokoh masyarakat, generasi muda, organisasi karang taruna yang berasal dari Palembang dan Banyuasin.

Selaku anggota DPR/MPR RI Daerah Pemilihan Sumatera Selatan 1, WBU pun merasa terpanggil untuk terus menggalakkan sekaligus menciptakan keluarga yang tangguh demi melahirkan sebuah negara yang kuat.

“Bagi saya yang terpenting adalah saya terus turun ke lapangan. Untuk apa…? Agar saya bisa mengimplementasikan pelaksanaan UUD 1945. Ya, dengan begitu saya lebih memahami bagaimana dinamika yang hadir di tengah-tengah masyarakat,” WBU menyebutkan.

Lelaki yang biasa disapa Mas Toni, itu menyadari berbagai dinamika kian bermunculan dari masyarakat luas. Sebut saja, menyangkut soal pendidikan, lapangan kerja, agama, kebudayaan, serta kesejahteraan sosial. Guna menghadapi dinamika yang ada, WBU berusaha membangun rasa kebersamaan dalam membangun masyarakat pedesaan. Selain itu, para generasi muda sebagai pewaris tongkat kepemimpinan bangsa supaya dapat meningkatkan sumber daya manusia (SDM).

“SDM yang handal itu tentunya dapat diperoleh melalui pendidikan formal maupun non formal. Namun begitu, tetap mengedepankan falsafah negara Pancasila sebagai pijakan dasar dalam melangkah. Jika saudara-saudaraku handal, ya otomatis saudara bakal menjadi orang yang tangguh. Sulitnya memeroleh lapangan pekerjaan bukanlah masalah,” kata Mas Toni bijak. 

Alhamdulillah, dilanjutkan WBU, selama ini ia bahkan telah berupaya menfasilitasi kalangan anak-anak muda lewat organisasi karang taruna, ibu rumah tangga dan keluarga pra sejahtera untuk selalu menciptakan peluang usaha.

“Dari situ, saya berharap ada peluang dan pintu masuk untuk memudahkan  implementasi pelaksanaan UUD 1945. Ya, saya coba memulainya dengan menciptakan keluarga-keluarga yang tangguh. Setelah mereka tangguh, terbitlah yang namanya rakyat sehat yang pada akhirnya lahirlah negara yang kuat baik mental maupun spritual,” demikian optimistis seorang WBU. (rey)