BALI,HS – Erupsi Gunung Agung berdampak pada status buka tutup Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali atau Bandara Ngurah Rai dan Bandara Internasional Lombok Praya selama beberapa hari ini.

Sejak Bandara Ngurah Rai dibuka kembali untuk beroperasi pada 29 November pukul 14.28 WITA, hingga pukul 7.00 WITA pada 30 November terdapat 4.538 penumpang berangkat keluar Bali, yang terdiri dari 3.275 penumpang internasional dan 1.263 penumpang domestik.

Hal ini berbanding terbalik dengan jumlah kedatangan ke Bali. Tercatat jumlah penumpang yang mendarat di Bali yaitu sebanyak 265 penumpang yang terdiri dari 51 penumpang internasional dan 214 penumpang domestik.
“Memang sejak pagi tadi terdapat kepadatan calon penumpang penerbangan internasional yang melakukan proses check-in. Namun kondisi tersebut berlangsung tertib, lancar, dan terkendali,” kata Corporate Secretary PT Angkasa Pura I (Persero) Israwadi dikutip dari liputan6.com, Jumat (1/12/2017).

Hingga saat ini, terkait data pemulihan penerbangan, pasca-pembukaan kembali Bandara Ngurah Rai terdapat 25 permohonan penerbangan ekstra di luar penerbangan reguler, yang terdiri dari 17 penerbangan internasional dan 8 penerbangan domestik.

Maskapai yang mengajukan permohonan penerbangan ekstra (internasional) yaitu Jetstar (4 penerbangan), Jetstar Asia (1 penerbangan), Qantas (2 penerbangan), China Eastern (2 penerbangan).

KLM Royal Dutch (1 penerbangan), Virgin Australia (2 penerbangan), Xiamen (1 penerbangan), Korean Air (1 penerbangan), Tiger Air (1 penerbangan), China Southern (2 penerbangan).

Sementara itu maskapai yang mengajukan delapan permohonan penerbangan ekstra (domestik) yaitu Sriwijaya Air (2 penerbangan), Garuda Indonesia (4 penerbangan), Batik Air (1 penerbangan), Citilink (1 penerbangan).

“Kami terus memantau dan berupaya untuk mengelola kepadatan agar proses berangkat dan datang penumpang pasca-dibukanya Bandara Bali dapat berjalan lancar,” tutupnya