JAKARTA,HS – Kepala Badan Intelijen Negara Jenderal Polisi Budi Gunawan menyesalkan sentimen anti China yang berkembang di Indonesia belakangan ini. Budi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mencegah sentimen anti China tersebut.

“Isu tentang China, bahwa di media sosial merasakan tentang isu-isu anti China, investasi China. Masuk militer China, tenaga kerja China. Isu-isu ini harus kita cegah karena kalau tidak bisa mengganggu keutuhan bangsa dan negara kita,” ujar Budi ketika memberikan sambutan dalam acara Halaqah Nasional Alim Ulama di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (13/7).

“Banyak juga soal banyak ulama NU dari Tionghoa, kalau terus bergulir, bisa jadi masalah,” lanjutnya.
Mantan Wakapolri ini juga meminta seluruh elemen masyarakat mengantisipasi potensi konflik di pilkada. Ia mencontohkan soal konflik dalam Pilkada DKI. Menurut dia, ada pihak yang sengaja memainkan Pilkada DKI.
“Contoh Pilkada DKI, semua bisa lihat di atas permukaan. Tapi di bawah permukaan, ada yang memainkan. Artinya ada grand desain. Sangat mudah dan rapuh, dipecah belah, diadu domba,” ujarnya.
“Inilah beberapa ancaman yang harus diwaspadai, yang paling terlihat di ujung Indonesia, separatisme. Gerakan Papua Merdeka, Aceh Merdeka,” lanjutnya.

Ia mengajak ulama, TNI, Polri, dan seluruh masyarakat untuk terus menjaga dan mengawal keutuhan negara.
“Islam telah menegaskan untuk menghormati kebinekaan dan melarang permusuhan. Oleh karena itu, Islam dan ulama adalah kekuatan kita sekaligus kebanggaan,” ujarnya. (sumber kumparan)