Kadisdukcapil Kabupaten PALI, Rismariza.

Kadisdukcapil Kabupaten PALI, Rismariza.

PALI, HS – Untuk mencegah terjadinya praktek pungutan liar atau (pungli) di instansinya, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten PALI, Rismaliza, menginstruksikan kepada jajarannya agar tidak menerima uang dengan alasan apapun dari masyarakat yang hendak mengurus administrasi kependudukan.

Rismaliza menegaskan hal ini kepada sejumlah media, Selasa (25/10). Menurutnya, terjadinya pungli akibat ada yang memberi dan menerimanya.

“Barusan saya rapat dengan semua pegawai disini (Disdukcapil,red) dan saya tegaskan kepada seluruh pegawai tanpa terkecuali, agar jangan menerima uang dari masyarakat. Kalau ada yang terbukti, jangan salahkan apabila saya lapor langsung ke pak Bupati,” tandasnya.

Risma juga mengaku bahwa dirinya sering menerima SMS dari warga yang pernah memberikan sejumlah uang ketika mengurus KTP atau KK. Tetapi setelah ditanya, mereka (warga) memberikan uang tersebut bukan kepada pegawainya, melainkan orang lain.

“Warga bukan memberikan uang kepada pegawai di sini, melainkan kepada calo. Untuk menghindari itu, saya himbau kepada masyarakat, agar mengurus sendiri dengan datang langsung ke kantor Disdukcapil,” jelasnya.

Diungkapkannya bahwa selain menghimbau masyarakat untuk langsung mengurus administrasi kependudukan, pihaknya juga telah memerintahkan pegawainya untuk turun langsung ke kecamatan dan desa-desa untuk jemput bola.

“Kalau mau cepat dan gratis, urus sendiri, jangan melalui calo. Dan sekarang kalau memang jaraknya jauh, silahkan datang ke kantor desa atau camat masing-masing, disitu sudah ada petugas kita yang siap melayani dengan gratis. Bukan hanya melayani pengurusan administrasi kependudukan, petugas kita juga melayani perekaman E-KTP,” ungkapnya.

Disinggung adanya keluhan masyarakat atas lambatnya menerima  E-KTP, Risma menjawab bahwa ketersediaan blangko E-KTP saat ini sudah habis dan masih menunggu kiriman dari pusat.

“Bukan disini saja, mungkin hampir semua daerah sama.Kita tidak bisa berbuat banyak, karena blangko E-KTP bukan kita yang mengadakan namun langsung dari pusat. Jadi saya harapkan kepada masyarakat agar bersabar,” harapnya.

Dibeberkannya, bahwa saat ini di Kabupaten PALI, tinggal 4% lagi atau sekitar 4000 warga yang belum melakukan perekaman. Dan yang sudah melakukan perekaman, namun belum di cetak E-KTP nya, sekitar 6000an.

“Target kita pasti selesai akhir tahun ini, yaitu masyarakat PALI sedah terekam semua. Namun untuk pencetakan E-KTP tergantung di blangkonya. Kalau ada blangkonya, untuk ngurus KTP, tidak sampai satu hari bisa selesai. Sekali lagi saya berharap masyarakat bersabar, yang penting sudah melakukan perekaman,” tutupnya. (MAN)