????????????????????????????????????

PALEMBANG,HS – Pembelian buku pelajaran untuk siswa dan buku bacaan di perpustakaan sudah diatur dalam dana bantuan operasional sekolah (BOS). Dalam aturan penggunaan dana BOS, pembelian buku itu diperbolehkan sesuai dengan kebutuhan sekolah. Seperti yang diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Palembang H.Ahmad Zulinto, S.Pd.MM.

“Kalau secara khusus bantuan buku untuk sekolah-sekolah dari Disdikpora belum secara rutin dianggarkan. Dalam dana BOS, boleh membeli beraneka ragam buku untuk menarik minat baca siswa,” kata Zulinto, Rabu (19/10)

Besaran dana yang digunakan, disesuaikan dengan jumlah buku yang diperlukan. Lanjutnya, dalam dana penggunaan dana BOS ada beberapa point yang harus dipenuhi dan salah satunya adalah pembelian buku pelajaran untuk siswa dan perpustakaan. “Kalau kepala sekolah tidak beli buku, jangan salahkan Disdikpora. Itu salah mereka sendiri, jadi jangan merengek-rengek dan terus meminta bantuan kepada Disdikpora,” tambahnya.

Diakuinya, setelah peralihan ini, pihaknya memfokuskan ke dana anggaran pendidikan ke pembangunan sekolah-sekolah rusak. “Kami fokuskan anggaran ke pembangunan sekolah yang rusak. Jadi, kepala sekolah itu dituntut kreatif dan inovatif, agar bisa meningkatkan mutu pendidikan,” tuturnya.

Sementara, Kepala sekolah dasar (SD) Negeri 155, Nursanti mengatakan, Ya bantuan bos itu, ada yang kita belikan buku, sebagian juga kita belikan alat pelengkap sekolah.

“Lebih tepatnya buku tersebut untuk siswa, bukan ke perpus saja. Satu anak dapat satu buku. Dengan dana bos itu seluruh program ada 13 point harus kita capai. Satu ada pengembangan perpustakaan minimal 5 persen dari anggaran operasional sekolah, kedua pembelajaran ekstrakulikuler membeli alat peraga IPA dan juga alat yang di butuhkan dan biaya lainnya. Itu salah satu dari 13 point tadi,semua pengeluaran sesuai dengan juknis yang telah ditetapkan dalam penggunaan dana BOS tersebut,” pungkasnya.(HSN)