PALEMBANG, HS – Gubernur Sumsel H Herman Deru mengelar pertemuan dengan Forum Percepatan Pembangunan Sumatera Selatan, untuk membahas pertanian, peternakan dan hilirisasi Provinsi Sumsel.
“Untuk mengurangi ketergantungan pasar luar negeri maka kita perlu segera melakukan hilirisasi,” ujar Tim Ahli Forum Percepatan Pembangunan Sumsel, Sulbahri Madjir, usai rapat bersama gubernur Sumsel (23/10/2018).
Ia menjelaskan, yang perlu diperhatikan itu hilirisasi industri. Masalahnya bagaimana kita bisa mengundang investornya, misal mungkin bisa dengan cara diberikan keringanan dalam hal pajak dan juga dipermuda segala sesuatunya, sehingga jadi lebih efisien.
Menurutnya, hilirisasi ini bukan hanya berupa produk ban, bisa dalam hal membuat sandal dan lain-lain yang dibuat dari bahan karet. Dengan begitu bisa menyerap hasil karet yang ada di Sumsel dan juga bisa  mengurangi ketergantungan  terhadap pasar global.
“Kita bisa memasok kebutuhan produk jadi di dalam negeri, bahkan bisa juga jual barang jadi ke luar negeri. Dengan ini Pemerintah dapat dari pajaknya dan masyarakat dapat pekerjaan, sehingga harga karet pun bisa meningkat,” katanya
Ia juga menekankan, hilirisasi ini perlu dilakukan sebab ini paradok, kalau dulu dolar meningkat harga komoditi unggulan meningkat misal karet bisa sampai Rp 26 Ribu. Namun sekarang dolar naik tapi karet masih bertahan di harga Rp 8 Ribu, kan ini paradok.
“Ini lah yang perlu dicari ada apa, namun kita sulit untuk mengetahui hal itu. Makanya jalan yang paling efektif perlu adanya hilirisasi,” tutupnya
Sementara itu Ketua Forum Percepatan Pembangunan Sumsel, Toni Panggarbesi menambahkan, bahwa Gubernur Sumsel sangat konsen terhadap masalah ini, mulai dari ketahanan pangan peternakan dan lain-lain untuk bisa dipikirkan bersama-sama.
“Yang difokuskan saat ini kita dukung percepatan pembanguna Sumsel terutama lumbung pangan dan energi. Misal jagung, ubi, karet dan lain-lain di buat hilirisasi, termasuk juga kelapa sawit. Hal ini dikarenakan melihat potensi sumber daya alam dan SDM yang ada di Sumsel sangat potensial,” jelasnya