Ketua KNPI Muaraenim, Ardiansyah SE (tengah, baju putih).

Ketua KNPI Muaraenim, Adriansyah SE (baju putih).

MUARAENIM, HS – Komite Nasional Pemuda Inonesia (KNPI) menggagas penghadangan truk batubara di jalan umum sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap keluhan masyarakat Sumatera Selatan pada umumnya dan Kabupaten Muaraenim, khususnya.

Penghadangan truk angkutan batubara yang melewati terminal regional Muaraenim ini dilakukan pada Jumat (28/10) pada pukul 16:00 WIB sampai dengan pukul 18:00 WIB.

Ketua DPD KNPI Kabupaten Muaraenim, Adriansyah SE, kepada wartawan menyampaikan bahwa aksi ini sengaja dilakukan guna menyampaikan keluh kesah masyarakat ataupun pengguna jalan yang meminta angkutan batubara tidak melewati jalan lintas, tetapi harus melalu jalan khusus.

Hal ini perlu diperhatikan demi meminimalisir angka kecelakaan dan korban jiwa akibat kecelakaan lalu lintas.

”Kami akan membatalkan Surat Keputusan Gubernur Sumatera Selatan yang telah mengeluarkan izin angkutan batubara kepada perusahaan transportir batubara yang melalui rute jalan umum di Kabupaten Lahat, Kabupaten Muara Enim, Kota Prabumulih, Kabupaten OI dan Kota Palembang (Pelabuhan Gandus dan Pelabuhan PT EPI  Muara Lematang, Kabupaten PALI). ”

(Baca:Angkutan Batubara Berizin Gubernur Melintas, Dishub Muaraenim Pasrah)

“Kami akan menggugat Gubernur Sumatera Selatan agar membatalkan surat izin tersebut melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN),” ungkap pemuda yang ikut meramaikan bursa pencalonan Bupati Muaraenim tahun 2018. (EDW)