PALEMBANG,HS – Tak heran ketika keserakahan manusia di zaman sekarang terhadap bentang alam, untuk pribadinya atau suatu unsur hal yang penting, mengakibatkan satu sama lain sulit bersentuhan terutama sumber daya alam yang tidak lagi menimbulkan keharmonisan, menjadikan beberapa bencana sering terjadi seperti Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Koordinator KOLEGA Sumsel, Najib Asmani menilai bahwa hal ini sangat berbeda dengan kebudayaan dahulu dimana lebih mendekat ke alam. Sehingga alam pun terus dijaga kemurniannya.
“Dengan kondisi yang semakin maju saat ini tentunya sangat sulit bersentuhan dengan alam, apalagi untuk mewariskan alam dan kebudayaan kepada generasi berikutnya, “katanya
Ia pun mencontohkan, bahwa pada dahulu tidak ada sama sekali lahan gambut yang artinya, meskipun terjadi karhutla tapi hanya di lahan mineral sehingga mudah untuk dipadamkan.
“Namun, semakin berkembangnya teknologi maka adanya lahan gambut. Dengan kondisi lahan gambut maka semakin panasnya cuaca potensi terjadinya karhutla pun meningkat bahkan sulit untuk dipadamkan,” ujarnya.
Untuk itu, agar dapat mengharmonisasikan antara kemajuan dengan kebudayaan serta memadukan semua elemen, dirinya bersama para pegiat dan praktisi pendekatan lanskap dari berbagai daerah yang darurat bencana karhutla, yakni Sumsel, Kalimantan tengah, Kalimantan Utara, Jambi, menggerakkan program pengelolaan bentang alam berbasis lanskap dan ekoregion di Indonesia.
“Kami telah melakukan mendeklarasikan lanskap Nusantara, dengan tonggak sejarahnya yakni bumi Sriwijaya, Kota Palembang, ini adalah komitmen bersama untuk mengembangkan pendekatan lanskap sebagai pendekatan pengelolaan bentang alam di Indonesia,” jelasnya.
Namun, diakuinya untuk memadukan hal ini tentunya diperlukan berbagai upaya seperti adanya hukum dan lain sebagainya termasuk dengan teater, disebabkan membutuhkan waktu yang sangat panjang. Apalagi masyarakat dengan situasi sekarang tentunya banyak mementingkan pribadinya.
“Jadi perlu sosialisasi terus menerus dan tentunya alam juga harus diselamatkan,”ungkapnya
Walaupun begitu, apa yang dilakukan untuk membuat harmonis kembali hubungan antara alam dan manusia, dengan Lanskap Nusantara ini diharapkannya dapat memberikan pencerahan.
“Manusia dan alam itu bisa bersahabat jadi seiring dengan kemajuan kota juga diimbangin dengan mempertahankan sebuah kebudayaan,” tutupnya