PALEMBANG,HS – Zaman sekarang Sosial media (Sosmed) begitu digandrungi dikalangan masyarakat, mulai dari dewasa hingga anak-anak pun ikut-ikutan. Namun semakin hari Sosmed banyak digunakan sebagai tempat penabur hoax dan termasuk kebencian.
Untuk itu, agar hoax tersebut tidak merajalela di dunia Sosmed. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Republik Indonesia (RI) mengajak semua elemen masyarakat mendeklarasikan anti hoax, dalam kegiatan Harmoni Indonesia, bertempat di Griya Agung.
Kegiatan Harmoni Indonesia dengan tema ‘Bersama Harmoni Untuk Indonesia Sejahtera’, dihadiri, Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), H. Alex Noerdin yang diwakili Assiten I Pemerintahan Sumsel, H. Akhmad Najib, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumsel Inanda Karina Astari Fatma.
Selain itu kegiatan yang bekerjasama dengan Penggerak Budaya Nusantara, juga dihadiri dan dibuka langsung oleh Staf Ahli Menteri Kominfo RI Prof Henri Subiakto.
Dalam kata sambutannya Henri Subiakto
mengatakan bahwa pihaknya sengaja mengumpulkan para masyarakat yang berbeda profesi di Sumsel, agar dapat sama-sama menyebarkan semangat ke-Indonesiaan dan anti terhadap radikalisme
“Kita tahu sekarang ini bangsa Indonesia ada orang-orang yang bergerak dalam sosial maupun politik itu menggunakan prinsip-prinsip yang radikal, prinsip-prinsip yang anti toleransi pada identitas-identitas tertentu. Padahal, Indonesia ini mengajarkan anak muda di berbagai daerah termasuk di Palembang dan Sumsel supaya anak-anak muda ini menjadi agen-agen,” tuturnya.
Ia menjelaskan, maksud menjadi agen-agen tersebut, sehingga mereka nantinya di lingkungan mereka sendiri dapat mengajak masyarakat lainnya untuk kembali ke hakikatnya seperti gotong royong, menerima perbedaan dan lainnya.
“Jadi para agen tersebut bisa mengajak masyarakat lain untuk tidak terprovokasi dengan radikalisme,”ujarnya
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumsel Inanda Karina Astari Fatma mengatakan, kegiatan dari Kemenkominfo ini bersama Pengggerak Budaya Nusantara untuk menggerakan baik masyarakat, komunitas, Ormas, LSM dan lainnya mendeklarasikan anti hoax.
“Memang ini adalah program nasional. Jadi ratusan orang yang hadir malam ini (kemarin-red) untuk diajak mendeklarasikan anti hoax di Bumi Sriwijaya,” ujar Inanda.
Selain itu, kata dia, dalam kesempatan ini mereka semua akan melakukan diskusi antara forum, FKPD dan tokoh agama untuk membahas isu utama apa yang sedang marak saat ini. Kemudian bagaimana langkah selanjutnya untuk memerangi peredaran hoax.
“Kita harap Sumsel terjaga kondusifitasnya. Jadi zero konflik di Sumsel yang sudah mendunia ini bisa tetap bertahan,” ungkap Inanda.
Dikatakan dia, untuk mengatasi hoax yang ada di Sumsel, Kominfo Sumsel sendiri memiliki instrumen berdasarkan Undang-Undang ITE. Dimana ketika ada hoax bisa dilaporkan secara resmi dan dilakukan secara tindak pidana.
“Langkah kongkrit kita salah satunya dengan membentuk satgas medsos. Satgas medsos ini mempatroli hoax yang ada di medsos. Hoax yang terjadi di Sumsel tak tinggi, kalau laporan hanya 10 persen dan ada juga yang ditindaklanjuti ke ranah pidana. Pastinya Kominfo Sumsel selalu mengawasi konten-konten yang negatif,” jelasnya